AGAM, iNEWSDPadang.ID — Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Kamis malam, 5 Februari 2026. Letusan terjadi sekitar pukul 22.25 WIB, saat sebagian warga telah beristirahat, sehingga dentuman keras dari arah gunung mengagetkan masyarakat di sejumlah kawasan sekitar.
Rahamdoni, warga Simpang Bukik, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, mengaku terkejut ketika mendengar suara ledakan yang disertai getaran di rumahnya. “Saya sedang di rumah, tiba-tiba terdengar dentuman sangat keras, atap rumah seperti ikut berguncang,” ujarnya. Ia bersama warga lain langsung keluar rumah untuk melihat ke arah Gunung Marapi.
Dari sejumlah titik pengamatan seperti Simpang Bukik, Kubang Putiah, hingga kawasan Sungai Puar, semburan lava terlihat jelas membara di puncak gunung. Warga menuturkan, api lava pijar tampak menyembur dari kawah, disusul guguran material panas di sekitar puncak. Tidak lama berselang, kolom abu berwarna hitam pekat membubung tinggi lurus ke udara, memperlihatkan besarnya letusan malam itu.
Lava pijar menyembur dari kawah Gunung Marapi saat erupsi tengah malam, terekam kamera CCTV Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Kamis (5/2/2026). Foto: Istimewa
Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Badan Geologi PVMBG yang berada di Belakang Balok, Kota Bukittinggi, mencatat erupsi terjadi tepat pada pukul 22.25 WIB. Petugas PGA Marapi, Teguh Firmansyah, mengatakan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.891 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah timur laut,” kata Teguh.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
