Jejak Erni Setyaningsih, Kartini Masa Kini Penggerak Batik Gambir

Agung Sulistyo
Keberhasilan usaha tidak didapat secara instan, dibutuhkan kegigihan berusaha, konsisten, dan ketekunan dalam menghadapi setiap tantangan.

LIMAPULUH KOTA,inews Padang.id — Semangat perjuangan R.A. Kartini terus menemukan relevansinya di masa kini. Di tengah dinamika ekonomi lokal, perempuan Indonesia tampil sebagai penggerak perubahan termasuk melalui sektor usaha kreatif seperti yang dijalani Erni Setyaningsih.


Perempuan yang kini dikenal sebagai pemilik usaha batik gambir itu memulai langkahnya pada 2019. Saat itu, Erni baru saja pindah dari daerah asalnya di Yogyakarta ke Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Tak banyak yang menyangka, latar belakang pendidikannya justru bukan di bidang seni, melainkan kesehatan.


Awal perjalanannya dimulai dari sebuah pelatihan membatik yang ia ikuti. Dari sana, muncul ketertarikan yang perlahan tumbuh menjadi tekad untuk berkarya.


“Keberhasilan usaha tidak didapat secara instan, dibutuhkan kegigihan berusaha, konsisten dan terus belajar menghadapi tantangan,” ujar Erni Setyaningsih kepada iNews di sanggar batiknya, Selasa(21/4/2026).


Pelatihan tersebut menjadi titik balik. Dari sekadar mencoba, Erni mulai menekuni dunia batik secara serius. Ia belajar dari nol—memahami teknik, motif, hingga proses produksi yang membutuhkan ketelitian tinggi.


Perjalanan itu tidak mudah. Sebagai pendatang baru tanpa latar seni, ia harus beradaptasi sekaligus membangun kepercayaan diri. Namun, konsistensi menjadi kunci. Sedikit demi sedikit, usahanya mulai menunjukkan hasil.


Kini, batik gambir yang ia kembangkan tidak hanya dikenal sebagai produk kerajinan, tetapi telah menjadi salah satu ikon batik khas Kabupaten Limapuluh Kota. Motifnya mengangkat kekayaan lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.


Dari rumahnya di Sarilamak kecamatan Harau, Erni membuka sanggar batik gambir yang menjadi pusat produksi sekaligus ruang belajar bagi masyarakat sekitar. Sanggar tersebut tak hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga wadah pemberdayaan, terutama bagi perempuan.


Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang turut mendorong pengembangan UMKM lokal. Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kapasitas produksi.


Secara nasional, peran perempuan dalam sektor UMKM memang semakin signifikan. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan mayoritas pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Fakta ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam ranah domestik, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi.


Dalam konteks itu, kisah Erni menjadi potret nyata bagaimana semangat Kartini hidup di era modern bukan hanya melalui pendidikan, tetapi juga melalui kemandirian ekonomi dan kreativitas.


Hari Kartini pun menjadi momentum refleksi. Bahwa perjuangan perempuan hari ini tidak selalu dalam bentuk besar, tetapi hadir dalam langkah-langkah kecil yang konsistenseperti yang dilakukan Erni, dari selembar kain hingga menjadi karya bernilai.

Editor : Agung Sulistyo

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network