Wali Kota Bukittinggi Buka Seminar 170 Tahun Kweekschool, Garisbawahi Sejarah Bahasa Indonesia

Wahyu Sikumbang
Wali Kota Bukittinggi Muhammad Ramlan Nurmatias saat membuka Seminar 170 Tahun Kweekschool di Gedung Heritage SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu (25/4). (Foto: iNewsPadang.id/ Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNEWSPadang.ID — Wali Kota Bukittinggi, Muhammad Ramlan Nurmatias, secara resmi membuka Seminar Kebangsaan bertema “170 Tahun Kweekschool: Jejak Intelektual, Pemikiran, dan Keteladanan Tokoh Besar Alumni Sikola Radjo” di Gedung Heritage SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 170 tahun Kweekschool yang digagas Ikatan Alumni SMAN 2 Bukittinggi (IASMA Birugo).

Seminar tersebut dihadiri alumni lintas angkatan, pengurus organisasi, serta unsur sekolah yang ingin merefleksikan peran historis Kweekschool dalam perkembangan pendidikan dan kebangsaan di Indonesia. Ketua IASMA Birugo, Muhammad Fadli, menyebut seminar ini merupakan salah satu agenda awal menuju puncak peringatan yang akan digelar pada akhir Mei 2026.

Dia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan peresmian masjid SMAN 2 Bukittinggi pada 29 Mei, dilanjutkan Baralek Gadang dan reuni akbar alumni Kweekschool seluruh angkatan pada 30 Mei. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali ikatan alumni sekaligus mengingat kontribusi besar Kweekschool,” ujar Fadli.

Sekretaris Jenderal IASMA Birugo, Febri Zulhenda, didampingi Humas Arief Rangkayo Mulia menegaskan bahwa seminar kebangsaan ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari refleksi kolektif atas warisan intelektual yang ditinggalkan para pendahulu. Ia menyebut momentum 170 tahun Kweekschool harus dimaknai sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama.


Gedung Heritage SMAN 2 Bukittinggi yang menjadi lokasi kegiatan dan saksi sejarah perjalanan Kweekschool, Sabtu (25/4/2026). (Foto: iNewsPadang.id/ Wahyu Sikumbang)

“Penyelenggaraan seminar ini adalah rangkaian menuju acara Anak Sikola Radjo Baralek Gadang. Momentum ini menjadi refleksi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh stakeholder, baik sekolah maupun alumni,” kata Febri.

Sementara, dalam sambutannya, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyoroti peran besar Kweekschool dalam sejarah bahasa Indonesia yang selama ini belum banyak diketahui publik. Ia menjelaskan bahwa bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu yang dibakukan melalui Ejaan Van Ophuijsen, yang disusun di Fort de Kock atau Bukittinggi.

Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa, mulai dari masa Sumpah Pemuda hingga Proklamasi Kemerdekaan. “Ini yang selama ini banyak tidak tahu, bahwa bahasa Indonesia itu berawal dari bahasa Melayu yang dibakukan lewat ejaan yang lahir di Kweekschool. Dari sinilah lahir bahasa pemersatu bangsa,” kata Ramlan.

Editor : Wahyu Sikumbang

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network