Menurutnya, Bukittinggi menjadi daerah yang konsisten menggelar Alek Anak Nagari dan telah menunjukkan dampak positif terhadap kebersamaan masyarakat.
“Di Bukittinggi sudah yang ketiga kali, manfaatnya sangat banyak. Ini memang untuk kebersamaan, kepedulian, solidaritas dan saling mempertenggangkan. Kita mendorong kegiatan budaya seperti ini,” ujarnya.
Mahyeldi berharap Alek Anak Nagari dapat berkembang lebih luas di seluruh Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bahkan menargetkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota mulai 2027 sebelum nantinya digelar dalam skala tingkat provinsi pada 2028.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai berpotensi mendukung sektor pariwisata daerah. Permainan tradisional dan kuliner khas Minangkabau yang ditampilkan diyakini mampu menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Bukittinggi.
Gubernur Sumbar bersama Ketua DPRD Bukittinggi dan Wakil Wali Kota Bukittinggi meninjau stand memasak kuliner tradisional Minang yang diikuti pelajar SLTA se-Bukittinggi dalam Alek Anak Nagari 2026 di Lapangan Wirabraja. (Foto: iNewsPadang.id/ Wahyu)
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengatakan Alek Anak Nagari memiliki hubungan erat dengan momentum peringatan 100 tahun Jam Gadang.
“Alek Anak Nagari ini sangat erat kaitannya dengan peringatan 100 tahun Jam Gadang, ke depan kita akan jadikan kalender tahunan di Kota Bukittinggi,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen menjadikan kegiatan budaya sebagai agenda rutin daerah untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Kurai dan Minangkabau secara umum.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
