“Kalau untuk di kebun binatang sendiri kebetulan lokasi seperti akuarium dan kandang reptil yang saat ini benar-benar bergantung dengan listrik. Terutama untuk akuarium karena membutuhkan aerator, sementara reptil zone lebih kepada exhaust fan dan pencahayaan,” kata drh. Bilan.
Ia menjelaskan, begitu mengetahui terjadi blackout pada Jumat sore, tim langsung mengaktifkan genset yang telah disiapkan sebelumnya agar kondisi satwa tetap aman.
“Jumat kemarin begitu diketahui mati lampu tentu saja tim kami langsung menyalakan genset yang sudah tersedia. Dengan begitu kondisi satwa kami tetap aman. Alhamdulillah sampai sekarang masih aman,” ujarnya.
Blackout Sumatera sebelumnya menyebabkan pemadaman listrik di berbagai wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Dampaknya terasa pada sektor wisata, pertokoan hingga fasilitas publik.
PLN UID Sumatera Barat menyebut pemadaman terjadi akibat gangguan sistem transmisi dan pembangkit yang mempengaruhi jaringan kelistrikan Sumatera Bagian Utara dan Tengah. Proses pemulihan dilakukan bertahap hingga akhirnya sistem dinormalkan kembali pada Minggu dini hari.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
