Dua Malam Blackout, Pedagang Jam Gadang Mengeluh Penjualan Turun 40 Persen

Wahyu Sikumbang
Suasana pertokoan Pasar Ateh Bukittinggi gelap akibat pemadaman listrik massal saat blackout Sumatera berlangsung, Sabtu 23/5/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemadaman listrik akibat blackout Sumatera masih berlanjut di sejumlah wilayah Sumatera Barat hingga Sabtu (23/5/2026) malam. Di Kota Bukittinggi, listrik padam masih terjadi di pusat pertokoan Pasar Ateh dan kawasan pedestrian Jam Gadang yang merupakan pusat keramaian dan destinasi wisata utama kota itu.

Kondisi gelap juga terjadi di kawasan Jambu Aia, Jalan Lintas Sumatera di Nagari Taluak, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Minimnya pencahayaan membuat aktivitas warga dan kunjungan wisatawan menurun drastis dibanding biasanya, terutama pada malam akhir pekan.

Di kawasan Pasar Ateh Bukittinggi, sejumlah toko terpaksa tetap beroperasi dengan penerangan seadanya. Salah satunya toko bordir yang berada tepat di depan Menara Jam Gadang. Meski berada di lokasi strategis, kondisi gelap diduga membuat wisatawan dan pengunjung enggan masuk ke dalam toko.

Pedagang hanya mengandalkan cahaya lampu kamera ponsel dan senter untuk memperlihatkan barang dagangan kepada calon pembeli. Akibatnya, detail dan keindahan bordiran yang biasanya menarik perhatian wisatawan tidak terlihat jelas.


Pedagang bordir menggunakan cahaya lampu ponsel untuk menerangi barang dagangan di kawasan Jam Gadang, Sabtu 23/5/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Haikal, seorang pedagang bordir di Pasar Ateh, mengatakan pemadaman listrik sudah berlangsung selama dua hari sejak Jumat sore hingga Sabtu malam. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penjualan.

“Kita mengharapkan pembeli datang ke toko dengan lampu menyala dan pencahayaan yang cukup, tapi dengan padamnya lampu penjualan jadi berkurang. Terjadi penurunan sampai 40 persen lah, Bang. Malam ini biasanya lebih ramai karena hari libur,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemadaman terjadi berulang kali dan berlangsung cukup lama, baik di kawasan pertokoan maupun di rumahnya di Ampek Angkek, Kabupaten Agam. “Sudah dua hari listrik padam. Kemarin mati dari jam 19.30 sampai dini hari. Sekarang jam 22.00 mati lagi, baru sekitar 20 menit tadi,” katanya.

Editor : Wahyu Sikumbang

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network