Blackout Sumatera Ganggu Aquarium dan Reptil di TMSBK Bukittinggi, TMSBK Bergerak Cepat

Wahyu Sikumbang
Seorang wisatawan bersama anaknya melintas di depan aquarium ikan raksasa di TMSBK Bukittinggi saat operasional kebun binatang tetap berjalan di tengah gangguan listrik akibat blackout Sumatera, Minggu (24/5/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemadaman listrik massal atau blackout Sumatera yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026) sore tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat dan sektor wisata di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tetapi juga mengganggu sistem pendukung kehidupan satwa di Kebun Binatang Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK).

Kepala Bidang TMSBK/Benteng Fort de Kock, Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Silvirawane Ria Putri, mengatakan, gangguan paling krusial terjadi pada area aquarium dan kandang reptil yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Pada aquarium, listrik dibutuhkan untuk menggerakkan sistem sirkulasi air dan aerator guna menjaga kadar oksigen tetap stabil bagi kehidupan ikan.

Sementara itu, pada kandang reptil, listrik diperlukan untuk lampu penghangat dan sistem ventilasi agar metabolisme satwa tetap berjalan normal.

Untuk mengantisipasi dampak buruk akibat blackout, tim TMSBK bergerak cepat memasang genset darurat di area aquarium sesaat setelah listrik padam terjadi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan suplai oksigen dan kualitas air bagi koleksi ikan tetap terjaga.

Pemasangan genset dilakukan bersama oleh tim sarana dan prasarana, tim konservasi atau perawat satwa, serta tim medis TMSBK.

"Selain fokus terhadap keselamatan satwa, pihak pengelola juga meningkatkan pengamanan di seluruh area kebun binatang dan kawasan Benteng Fort de Kock selama pemadaman berlangsung. Pengawasan diperketat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan saat kondisi kawasan minim penerangan," ungkap Silvirawane Ria Putri.


Tim medis TMSBK Bukittinggi, drh. Bilan, memberikan keterangan terkait dampak blackout Sumatera terhadap sistem pendukung kehidupan satwa di area aquarium dan kandang reptil, Minggu (24/5/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Tim medis TMSBK, drh. Bilan, mengatakan pemadaman listrik sangat berpengaruh terhadap operasional kebun binatang karena sejumlah fasilitas bergantung penuh pada energi listrik.

“Kalau untuk di kebun binatang sendiri kebetulan lokasi seperti akuarium dan kandang reptil yang saat ini benar-benar bergantung dengan listrik. Terutama untuk akuarium karena membutuhkan aerator, sementara reptil zone lebih kepada exhaust fan dan pencahayaan,” kata drh. Bilan.

Ia menjelaskan, begitu mengetahui terjadi blackout pada Jumat sore, tim langsung mengaktifkan genset yang telah disiapkan sebelumnya agar kondisi satwa tetap aman.

“Jumat kemarin begitu diketahui mati lampu tentu saja tim kami langsung menyalakan genset yang sudah tersedia. Dengan begitu kondisi satwa kami tetap aman. Alhamdulillah sampai sekarang masih aman,” ujarnya.

Blackout Sumatera sebelumnya menyebabkan pemadaman listrik di berbagai wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Dampaknya terasa pada sektor wisata, pertokoan hingga fasilitas publik.

PLN UID Sumatera Barat menyebut pemadaman terjadi akibat gangguan sistem transmisi dan pembangkit yang mempengaruhi jaringan kelistrikan Sumatera Bagian Utara dan Tengah. Proses pemulihan dilakukan bertahap hingga akhirnya sistem dinormalkan kembali pada Minggu dini hari.

Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network