PADANG, iNewsPadang.id – Kasus ledakan di Madrasah Aliyah Negeri, MAN 3 Padang, Sumatra Barat, mengungkap fakta memprihatinkan. Pelaku yang merupakan seorang pelajar berinisial R (17), nekat membawa dan meledakkan bom rakitan di sekolahnya setelah terinspirasi oleh insiden bom di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada tahun 2025 lalu.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka, menjelaskan bahwa remaja tersebut mempelajari cara pembuatan bahan peledak secara mandiri melalui internet.
R merakit bom tersebut di rumahnya tanpa sepengetahuan orang tua menggunakan bahan-bahan yang dibeli secara daring. Tak hanya itu, ia juga mengaku aktif di beberapa grup online yang khusus membahas perakitan bom.
Ledakan itu sendiri terjadi pada Selasa (14/7/2026) di lingkungan sekolah yang terletak di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Beruntung, insiden ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Saat ini, Densus 88 bersama Polda Sumbar tengah memeriksa sejumlah saksi guna mendalami motif serta memeriksa kemungkinan adanya keterlibatan jaringan tertentu.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
