"Ketika seorang wartawan turun ke lapangan, ada tanggung jawab besar yang dibawanya. Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, tetapi keselamatan tetap menjadi hal yang utama. Hari ini kita berkumpul dan berdoa sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers," kata Al Fatah.
Dalam perkembangan pencarian, operasi SAR gabungan yang dikoordinasikan Basarnas terus diperluas dengan melibatkan berbagai unsur. Sejumlah armada dikerahkan, di antaranya unsur TNI AL, Polairud, KN SAR, kapal patroli, helikopter, serta dukungan teknologi seperti drone thermal untuk membantu penyisiran.
Penyisiran dilakukan di sejumlah sektor perairan Selat Sunda, meliputi kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga pulau-pulau terdekat seperti Pulau Sertung, Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Legundi. Fokus pencarian diperketat di perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi cuaca laut yang kurang bersahabat serta sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau sehingga memerlukan perhitungan keselamatan bagi tim SAR di lapangan.
Sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan, operasi SAR gabungan dijadwalkan berlangsung secara intensif selama tujuh hari sejak laporan diterima. Upaya tersebut turut mendapat dukungan dan dorongan optimalisasi dari berbagai lembaga negara serta organisasi profesi jurnalis.
Aksi doa bersama di Bukittinggi mencerminkan solidaritas di kalangan insan pers. Perbedaan media maupun tempat bertugas tidak menghalangi wartawan untuk saling memberikan dukungan ketika rekan seprofesi menghadapi situasi sulit.
Doa dipanjatkan agar seluruh korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
