BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemerintah Kota Bukittinggi menetapkan Bukittinggi Next Leader (BNL) sebagai salah satu program prioritas dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan. Pada 2026, sebanyak 29 peserta dinyatakan lolos setelah melalui proses seleksi dari ratusan pendaftar.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan para peserta akan memperoleh pengalaman langsung dengan ditempatkan di berbagai instansi pemerintah, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui penempatan tersebut, peserta diharapkan memahami tugas pemerintah, proses pengambilan kebijakan, serta penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Harapan kita, anak-anak itu dapat melihat langsung ke lapangan. Apa tugas pemerintah. Kita ingin anak-anak kita ditempatkan di berbagai instansi, termasuk kantor-kantor dinas, sehingga mereka bisa belajar bagaimana pemerintah mengambil kebijakan dan menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Menurut Ramlan, setelah mengikuti pembelajaran dan kunjungan lapangan, peserta akan menyusun makalah dan berdiskusi untuk menghasilkan masukan yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam perencanaan pembangunan. Hasil pengamatan peserta juga diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai berbagai persoalan yang memerlukan perhatian.
Peserta Bukittinggi Next Leader 2026 mengikuti pelatihan kepemimpinan di Kampus IPDN Sumatera Barat sebagai bagian dari program pembinaan generasi muda. (Foto: Istimewa)
"Anak-anak ini adalah agen-agen pembangunan. Kita ingin mereka mendapatkan wawasan, memahami persoalan yang ada, kemudian ikut menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Insyaallah tahun depan program ini akan kita laksanakan dua kali dan kualitasnya terus kita tingkatkan," katanya.
Program tersebut diawali dengan apel pembukaan Bukittinggi Next Leader Tahun 2026 yang dipimpin Wali Kota Bukittinggi di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumatera Barat, Baso, pada Senin (14/9/2026). Kegiatan diikuti jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi, pimpinan dan aparatur IPDN, peserta BNL 2026, serta praja muda.
Pada pelaksanaan angkatan pertama, sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan kepemimpinan selama empat hari, 14–17 September 2026, dengan metode retret. Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat karakter, wawasan, dan kemampuan kepemimpinan peserta.
Dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan, Ramlan menyampaikan pembangunan daerah memerlukan generasi muda yang mampu memahami persoalan masyarakat, menawarkan gagasan, serta berani mengambil peran. Melalui BNL, pemerintah daerah berupaya menyiapkan pemimpin muda yang berintegritas, berpikir kritis, mampu bekerja sama, dan melahirkan inovasi.
"Program ini kita rancang bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai proses pembelajaran, pembentukan karakter, pengenalan pemerintahan, penguatan kemampuan kepemimpinan, serta ruang bagi pemuda untuk melahirkan gagasan nyata bagi kemajuan Kota Bukittinggi. Kepemimpinan tidak harus menunggu seseorang menjadi pejabat. Kepemimpinan dimulai ketika seseorang berani mengambil tanggung jawab," ujarnya.
Direktur IPDN Kampus Sumatera Barat, Dr. Lalu Satria Utama, mengatakan IPDN menyambut baik pelaksanaan Bukittinggi Next Leader sebagai wadah pembinaan kader kepemimpinan masa depan yang menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan jiwa pamong praja.
Sebanyak 29 peserta Bukittinggi Next Leader 2026 dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti tahapan pembelajaran kepemimpinan serta pengenalan pemerintahan daerah. (Foto: Istimewa)
"Seluruh peserta Bukittinggi Next Leader, manfaatkanlah kesempatan ini untuk menyerap ilmu kepemimpinan, membangun jejaring kolaborasi, serta menjunjung tinggi kedisiplinan dan etika. Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah pembentukan karakter kepemimpinan transformatif dan peningkatan kapasitas generasi muda agar siap menjawab tantangan zaman," ujarnya.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
