Dari total 478 unit angkutan umum yang beroperasi di Bukittinggi, baru 53 kendaraan yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melayani program tersebut.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Bukittinggi, Dedi Syafrizal, menjelaskan pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi kendaraan, pajak, kelayakan kendaraan atau uji KIR, serta kelengkapan administrasi pengemudi.
"Kita sudah cek secara keseluruhan, melalui koperasi yang ada. Kita cek kendaraannya, kondisinya, seperti pajaknya, keur (kir)-nya, hingga administrasi dari sopir angkutan itu sendiri. Jadi dari 478 unit angkutan umum yang ada di Bukittinggi ini, baru ada 53 yang memenuhi syarat, terdiri dari 47 dari Ikabe, 5 Mersi dan 1 Kopajag," jelasnya.
Dedi mengatakan jumlah armada yang memenuhi persyaratan masih berpeluang bertambah seiring dengan kendaraan lain yang melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.
Sementara itu, 874 pelajar yang telah terdata berasal dari delapan SMP negeri di Bukittinggi. Rinciannya, SMP Negeri 1 sebanyak 206 siswa, SMP Negeri 2 sebanyak 75 siswa, SMP Negeri 3 sebanyak 19 siswa, SMP Negeri 4 sebanyak 176 siswa, SMP Negeri 5 sebanyak 23 siswa, SMP Negeri 6 sebanyak 26 siswa, SMP Negeri 7 sebanyak 279 siswa, dan SMP Negeri 8 sebanyak 40 siswa.
Pemko Bukittinggi menyatakan peluncuran resmi program angkutan sekolah gratis akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Adapun operasional awal layanan direncanakan berlangsung mulai Senin (5/10/2026).
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
