get app
inews
Aa Text
Read Next : Bencana Meluas, Agam Putuskan Perpanjangan Pembelajaran Daring Sampai 3 Desember

Korban Tewas Galodo Agam Jadi 87 Orang, 76 Masih Hilang dan Kerugian Capai Rp123 Miliar

Minggu, 30 November 2025 | 21:16 WIB
header img
Sejumlah jenazah korban banjir bandang dikumpulkan dalam kantong mayat di masjid Nurul Hikmah Salareh Aia sebelum proses identifikasi dan pemulasaraan, Minggu (30/11/2025). Foto: Istimewa

AGAM, iNEWSPADANG.ID — Tim gabungan kembali menemukan jenazah korban banjir bandang atau galodo yang menerjang Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penemuan terbaru ini menambah jumlah korban meninggal menjadi 87 orang, sementara 76 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Minggu, 30 November 2025, pukul 20.00 WIB.

Proses evakuasi masih berlangsung di kawasan terdampak yang sebagian besar tertimbun material lumpur, kayu, bebatuan, serta puing bangunan.

Jalur menuju titik pencarian juga terputus akibat luapan sungai dan tumpukan longsor sehingga memaksa petugas mengerahkan alat berat untuk membuka akses dan mengevakuasi korban.

Bupati Agam, Benni Warlis, meninjau langsung lokasi terdampak terparah dan menyatakan kondisi lapangan jauh lebih kompleks dari perkiraan awal.


Bupati Agam dan Kapolres meninjau lokasi banjir bandang yang dipenuhi lumpur, menyebut ratusan warga diduga masih tertimbun material longsor. Foto: Istimewa

Ia mengungkapkan bahwa jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah. “Yang sudah dievakuasi ini sekitar 80 dan masih ada di lapangan. Ini belum yang hanyut di sungai, yang diperkirakan ada sekitar 300 korban lagi yang tertimbun,” ujarnya.

Benni juga meminta dukungan pemerintah provinsi untuk tambahan alat berat dan dapur umum guna mempercepat penanganan.

Sementara itu, Kapolres Agam AKBP Muari menjelaskan bahwa tim pencarian masih menghadapi medan yang sangat berat. “Medan yang sekarang ini masih berlumpur dan areanya cukup luas. Kemudian untuk pencarian kemungkinan besar akan berlanjut sampai tidak ada laporan orang hilang,” tuturnya.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Agam sejak 19 November 2025 memicu rangkaian banjir, galodo, tanah longsor, dan angin kencang di 16 kecamatan. Data posko tanggap darurat mencatat lebih dari 4.000 warga terpaksa mengungsi. Sebanyak 23 orang mengalami luka-luka dan kini dirawat di RSUD Lubuk Basung.

Kerusakan fisik juga meluas, meliputi 49 rumah rusak berat, 26 rusak sedang, dan 468 rusak ringan. Empat jembatan terdampak serta hampir tiga kilometer jalan tergerus bencana.

Pemerintah daerah memperkirakan total kerugian sementara mencapai Rp123 miliar.

Hingga kini, evakuasi dan penyisiran lanjutan terus dilakukan dengan prioritas utama mencari korban yang diperkirakan masih tertimbun di beberapa sektor yang belum dapat dijangkau.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut