get app
inews
Aa Text
Read Next : Baru Dilantik, Ratusan PPPK Agam Langsung Bertugas di Lokasi Bencana Mematikan

Puting Beliung Mengamuk Rusak 6 Rumah di Agam

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:35 WIB
header img
Kondisi rumah warga di Jorong Gobah, Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, yang rusak parah setelah diterjang angin puting beliung, Minggu (11/1/2026) sore. Foto: Istimewa

AGAM, iNEWSPadang.ID — Bencana angin puting beliung melanda wilayah Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Minggu (11/1/2026) sore pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Jorong Gobah dan mengakibatkan enam unit rumah warga mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap yang terangkat dan hancur diterjang angin kencang.

Berdasarkan laporan Pemerintah Nagari Bukik Batabuah, rumah-rumah yang terdampak merupakan milik Netilia Erfi, Yulizarnis, Rayu Ati, Sofinar, Zal, dan Nar. Salah satu bangunan yang rusak diketahui merupakan rumah orang tua Wali Jorong Gobah. Kondisi kerusakan didominasi atap rumah yang habis total sehingga bangunan tidak lagi layak ditempati.

Pendataan awal di lapangan mencatat perkiraan kerugian material mencapai sekitar Rp170 juta. Pemerintah nagari bersama masyarakat setempat telah melakukan langkah tanggap darurat secara swadaya, mulai dari pengamanan lokasi, pendataan korban, hingga upaya penanganan awal untuk melindungi warga dari dampak lanjutan cuaca.

Salah seorang korban, Latif, menceritakan situasi saat angin kencang datang secara tiba-tiba. Ia mengatakan hembusan angin awalnya menerpa perkebunan tebu di sekitar pemukiman sebelum akhirnya menghantam rumah warga. “Tiupan angin meniup perkebunan tebu dan tak lama kemudian menerbangkan atap-atap rumah warga. Waktu itu orang tua saya dan tetangga yang di luar rumah saya suruh masuk, dan saat itulah atap rumah jebol diterbangkan angin,” ujarnya.

Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, M.K., menyampaikan bahwa pemerintah nagari bersama masyarakat setempat telah melakukan langkah tanggap awal secara swadaya. Upaya tersebut meliputi pendataan korban terdampak, pengamanan lingkungan sekitar rumah rusak, serta penanganan darurat untuk mengantisipasi risiko lanjutan.

“Kami sudah bergerak cepat bersama warga untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. Namun, kami sangat berharap adanya dukungan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya BPBD, agar warga terdampak segera mendapat bantuan dan penanganan yang memadai,” ujar Firdaus.

Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemerintah nagari telah menyampaikan laporan resmi kepada Bupati Agam, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, dan Kalaksa BPBD Kabupaten Agam sebagai dasar permohonan tindak lanjut dan bantuan kebencanaan bagi warga terdampak.

Sementara, sekitar satu jam setelah kejadian, ketika angin kencang mulai reda, warga tampak bergotong royong naik ke atap rumah untuk memasang terpal bantuan Kementerian Sosial sebagai penutup sementara, mengingat hari mulai gelap dan cuaca dingin, serta untuk mengantisipasi kemungkinan hujan turun.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut