Ribuan Pelajar Bukittinggi Terima Kacamata Gratis Hasil Bakti Sosial World Sight Day
BUKITTINGGI, iNEWSPadang.ID — Pemerintah Kota Bukittinggi bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Optic Indonesia (Gapopin) menyalurkan sebanyak 1.000 kacamata gratis kepada pelajar dan guru honorer se-Kota Bukittinggi. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu (14/1), sebagai tindak lanjut program bakti sosial World Sight Day.
Ketua Gapopin Sumatera Barat, Indra Yunaidi, menjelaskan bahwa kacamata gratis ini merupakan hasil pemeriksaan mata yang telah dilakukan terhadap pelajar Bukittinggi pada Oktober 2025 lalu. Data pemeriksaan tersebut kemudian dikirim ke laboratorium di Jakarta untuk proses produksi lensa dan bingkai kacamata sesuai standar optik.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah memfasilitasi program bakti sosial ini. Pemeriksaan mata dilakukan beberapa bulan lalu, dan hari ini kacamata yang sudah selesai diproduksi kami serahkan. Lensanya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelajar, bahkan ada yang dipesan khusus sesuai ukuran,” ujar Indra.
Ia menambahkan, program ini merupakan kegiatan serentak Gapopin di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata, khususnya bagi anak usia sekolah yang rentan mengalami gangguan penglihatan.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gapopin Sumbar atas kontribusi nyata tersebut. Menurutnya, bantuan kacamata ini akan sangat membantu pelajar dalam mengikuti proses belajar mengajar secara optimal.
“Kegiatan ini menunjukkan kepedulian Gapopin Sumbar terhadap dunia pendidikan. Dengan kacamata ini, anak-anak kita dapat belajar dengan lebih nyaman tanpa terkendala masalah penglihatan,” kata Ibnu Asis.
Berdasarkan data panitia, kacamata gratis disalurkan kepada 236 pelajar sekolah dasar, 217 pelajar sekolah menengah pertama, 166 pelajar sekolah menengah atas, dan 213 pelajar sekolah menengah kejuruan. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 16 pelajar sekolah luar biasa serta 127 guru honorer.
Editor : Wahyu Sikumbang