get app
inews
Aa Text
Read Next : Bukittinggi–Agam Bahas Batas Wilayah ke Kemendagri, Wali Kota Minta Percepatan

AHY Dorong Realisasi Pengembangan Perkotaan Terintegrasi untuk Kota Bukittinggi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:55 WIB
header img
Menko AHY dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias usai membahas program pengembangan perkotaan nasional di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA, iNEWSPadang.ID — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mendorong Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera merealisasikan program pengembangan perkotaan nasional yang terintegrasi di Kota Bukittinggi.

Dorongan ini mengemuka dalam pertemuan bersama Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Bukittinggi sebelumnya ditetapkan sebagai satu dari 10 kota percontohan nasional dalam program National Urban Development Project (NUDP) pada 2025. Program ini bertujuan mewujudkan kota yang terintegrasi, sejahtera, dan layak huni melalui perencanaan bersama antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk penyusunan rencana induk atau Integrated City Planning (ICP).

Fokus pengembangannya mencakup pembangunan infrastruktur serta tata kelola perkotaan yang berkelanjutan.


Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono saat membahas percepatan pengembangan perkotaan terintegrasi di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Istimewa

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan kebanggaannya atas penetapan tersebut. Menurutnya, status sebagai kota prioritas ICP menjadi peluang strategis bagi Bukittinggi yang berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah dengan layanan pariwisata, perkebunan, pertanian, dan industri sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

“Menjadi salah satu dari 10 kota prioritas ICP tentu membuat kita bangga. Ini kesempatan yang harus kita maksimalkan karena Bukittinggi memiliki keunggulan pariwisata yang sejalan dengan pelestarian warisan budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan akan menyasar sejumlah titik strategis pelayanan publik dan aktivitas ekonomi, di antaranya kawasan Jam Gadang, Pasar Atas dan Pasar Bawah, Jalan Sudirman, Lapangan Wirabraja, serta lokasi penting lainnya.

Pada 2025, tahap perencanaan telah diselesaikan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum berupa Rencana Pengembangan Kawasan Prioritas.

Dalam rencana tersebut, Pasar Simpang Aur dan Koridor Jalan Sudirman ditetapkan sebagai kawasan percontohan yang dikembangkan sebagai koridor ekonomi kreatif berbasis warisan budaya. Kawasan ini dirancang untuk mendukung seni, kuliner, dan aktivitas ritel dalam ruang publik yang hidup dan terintegrasi.

“Ini peluang baik untuk semakin meningkatkan dan mempercantik wajah Kota Bukittinggi. Harapannya, kunjungan wisata meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Ramlan.

Meski membutuhkan anggaran besar, pembiayaan proyek ini bersumber dari pemerintah pusat yang bekerja sama dengan Bank Dunia.

Dalam skema tersebut, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PU bertindak sebagai executing agency proyek NUDP. Ramlan menambahkan, pertemuan dengan Menko Infrastruktur juga bertujuan mendorong percepatan implementasi rencana yang telah disusun.

“Sesuai arahan Bapak Menko, akan segera dilakukan rapat koordinasi dengan Kementerian PU agar program ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Bukittinggi didampingi Kepala Bappelitbangda Ade Mulyani dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rahmat AE.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut