Gunung Marapi Meletus Minggu Sore, Batusangkar dan Tanah Datar Hujan Abu
AGAM, iNEWSPadang.ID — Gunung Api Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Minggu sore, 25 Januari 2026. Letusan yang terjadi sekitar pukul 14.32 WIB itu terekam dari sejumlah wilayah di sekitar gunung dan dilaporkan menyebabkan hujan abu di Kabupaten Tanah Datar, termasuk Kota Batusangkar.
Rekaman video amatir menunjukkan kolom abu membumbung dari puncak gunung dan terjadi secara berulang. Salah satu rekaman diambil oleh Latif, warga Jorong Gobah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, dari kawasan permukiman yang berada di lereng gunung. Dalam video tersebut, letusan tampak jelas dari jarak dekat, disertai abu yang menyebar ke udara.
Rekaman lain dari Kecamatan Sungai Puar memperlihatkan abu letusan tertiup angin ke arah Batusangkar dan wilayah Tanah Datar. Sementara, dari beberapa titik lokasi di Kota Bukittinggi, aktivitas erupsi Marapi juga terlihat, dengan kondisi langit yang sempat tertutup tipis abu vulkanik.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) di Bukittinggi, Ahmad Rifandi, mengatakan erupsi tersebut tercatat melalui alat seismograf meski kolom abu tidak teramati langsung dari pos pengamatan. “Kami dari Badan Geologi, PVMBG, Pos PGA Marapi mencatat pada tanggal 25 Januari 2026 pukul 14.32 terjadi erupsi dengan amplitudo 27,5 milimeter dan durasi gempa 28 detik. Ketinggian kolom tidak teramati dari pos, namun laporan tim di lapangan menunjukkan abu turun di wilayah Batusangkar dan Tanah Datar,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan seismik, getaran letusan tercatat dengan amplitudo maksimum 27,5 milimeter dan durasi sekitar 28 detik. Hingga saat ini, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) masih berstatus Level II atau Waspada.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas atau Kawah Verbeek yang terletak di puncak gunung. Warga juga diminta menggunakan masker, kacamata, dan penutup kepala saat terjadi hujan abu.
Selain itu, masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi diingatkan agar menjauh, terutama saat hujan, karena masih terdapat potensi terjadinya lahar.
Editor : Wahyu Sikumbang