get app
inews
Aa Text
Read Next : Perkuat Perlindungan Sosial Warga Rentan, Pemko Bukittinggi Gelontorkan Rp267 Juta

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok Bergerak Naik

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:49 WIB
header img
Aktivitas jual beli di Pasar Rakyat Kota Pariaman, pedagang melayani pembeli di tengah fluktuasi harga bahan pangan menjelang Ramadhan. (Foto: Istimewa).

PARIAMAN,iNewsPadang.id-Gejolak harga bahan pangan kembali terjadi di Pasar Rakyat Kota Pariaman, Sumatera Barat, menjelang Ramadan. Kenaikan sejumlah komoditas dapur menunjukkan tekanan pada sisi pasokan sekaligus meningkatnya permintaan masyarakat.

Cabai keriting mencatat lonjakan harga dari Rp35.000 menjadi Rp48.000 per kilogram. Bawang merah ikut naik dari Rp32.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Sementara itu, ayam pedaging kini dijual di kisaran Rp60.000 hingga Rp75.000 per ekor, naik sekitar Rp5.000 dibandingkan harga sebelumnya.

Kenaikan harga komoditas tersebut berpotensi memengaruhi pola belanja rumah tangga. Dalam situasi inflasi pangan yang meningkat, masyarakat harus menyesuaikan pengeluaran, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadhan.

Di sisi lain, cabai rawit justru mengalami koreksi harga. Dari Rp80.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp60.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga tidak selalu bergerak searah, melainkan dipengaruhi oleh dinamika distribusi dan ketersediaan barang di pasar.

Pedagang menilai keterbatasan pasokan menjadi faktor utama naiknya harga.

“Kalau pasokan kurang, harga langsung naik. Cabai keriting dan bawang merah sekarang tidak banyak masuk ke pasar,” kata Nasri, pedagang di Pasar Pariaman, Kamis(5/2/2026).

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, harga daging sapi di Pasar Pariaman masih relatif stabil di kisaran Rp150.000 per kilogram. Stabilitas ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi pangan tidak terjadi secara merata pada seluruh komoditas.

Pengamat ekonomi menilai, jika pasokan tidak segera membaik, kenaikan harga pangan berpotensi berlanjut hingga Ramadan. Kondisi ini dapat mempersempit ruang konsumsi masyarakat sekaligus mendorong inflasi daerah.

Editor : Agung Sulistyo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut