Gedor Mafia Tanah, Kapolda Sumbar Nobatkan Staf Khusus Menteri ATR Jadi Sahabat Kapolda
PADANG, iNewsPadang.id – Langkah tegas diambil Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) dan Kementerian ATR/BPN dalam memberangus sengkarut agraria di Ranah Minang. Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, secara resmi menobatkan Staf Khusus Menteri ATR/BPN, Rezka Oktoberia, sebagai "Sahabat Kapolda Sumatera Barat", Senin (27/4) dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Penobatan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah sinyal perang terhadap mafia tanah dan komitmen untuk mengurai konflik pertanahan yang selama ini menghambat pembangunan di Sumatera Barat.
Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa penunjukan Rezka Oktoberia didasari pada rekam jejaknya yang agresif dalam membela hak-hak agraria masyarakat. Kapolda menyebut peran Polri dan ATR/BPN harus menjadi satu kekuatan yang tidak bisa diadu domba oleh pihak mana pun.
"Kita butuh sosok yang punya dedikasi tinggi dan berani berjuang untuk kepastian hukum di masyarakat. Penobatan ini adalah simbol bahwa Polri dan ATR/BPN kini dalam satu barisan," tegas Kapolda.
Menerima gelar tersebut, Rezka Oktoberia yang akrab disapa Uni Rezka, mengaku gelar "Sahabat Kapolda" menjadi mandat besar untuk mempercepat penyelesaian konflik tanah di Sumbar. Ia memastikan kolaborasi ini akan fokus pada tiga hal: pencegahan mafia tanah, perlindungan hak rakyat, dan penegakan hukum.
"Sebagai Sahabat Kapolda, tugas saya memastikan tidak ada celah bagi mafia tanah bermain di Sumbar. Sinergi ini adalah energi tambahan untuk bekerja keras dan kerja tuntas agar masyarakat punya kepastian hukum atas tanah mereka," ujar Rezka melalui pesan singkat, Senin (27/4).
Sekjen Yayasan Jantung Indonesia ini menambahkan bahwa dukungan penuh Polda Sumbar sangat krusial dalam mengawal sertifikasi tanah massal. Baginya, pembangunan nasional di daerah tidak boleh terhenti hanya karena sengketa lahan yang tak kunjung usai.
"Bersama Polri, kita bersihkan sengketa. Kita pastikan pembangunan berjalan lancar tanpa gangguan premanisme atau sengketa yang merugikan rakyat kecil," tutup Rezka dengan nada optimis.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar