Lebaran Dorong Penjualan Oleh-Oleh di Payakumbuh Naik Hingga 50 Persen
PAYAKUMBUH,iNewsPadang.id-Momentum Lebaran tahun ini memberikan dorongan signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal, khususnya di sektor usaha oleh-oleh khas Minangkabau. Peningkatan mobilitas masyarakat dan arus mudik menjadi faktor utama yang mendongkrak penjualan pelaku usaha.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak positif tersebut adalah Sanjai Anindi yang berlokasi di kawasan Ngalau Sampik, Kelurahan Balai Panjang, Payakumbuh Selatan. Gerai ini mencatat pertumbuhan penjualan hingga sekitar 50 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Owner Sanjai Anindi, Rosi Safitri, mengatakan kondisi yang lebih stabil tahun ini turut mendorong meningkatnya kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, tahun ini situasi jauh lebih kondusif, sehingga penjualan meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar Rosi, Jumat (27/3).
Menurutnya, pada tahun sebelumnya aktivitas usaha sempat tertekan akibat bencana galodo atau banjir bandang yang berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan.
“Tahun lalu sempat terdampak bencana, kunjungan wisatawan turun. Sekarang sudah kembali ramai,” katanya.
Kenaikan penjualan tahun ini dipicu oleh tingginya arus perantau yang pulang kampung serta ramainya lalu lintas wisatawan di jalur utama Sumatera Barat.
Rosi menjelaskan, pola konsumsi masyarakat menunjukkan tren peningkatan setelah Hari Raya Idul Fitri, terutama pada H+1 dan H+2 Lebaran.
“Biasanya puncak pembelian terjadi setelah Lebaran, terutama di H+1 dan H+2,” jelasnya.
Meski sempat melandai, pihaknya memprediksi lonjakan kembali terjadi menjelang akhir pekan seiring meningkatnya arus kendaraan menuju kawasan wisata seperti Bukittinggi.
Dari sisi produk, Sanjai Anindi menyediakan sekitar 60 jenis oleh-oleh, dengan 25 di antaranya merupakan produksi sendiri. Produk unggulan seperti sanjai balado, karak kaliang, dan sanjai lado kariang masih menjadi pilihan utama konsumen.
“Produk paling diminati tetap sanjai balado, kemudian karak kaliang dan lado kariang,” ungkap Rosi.
Konsumen yang datang pun berasal dari berbagai daerah, didominasi oleh perantau dari luar Sumatera Barat seperti Riau, Batam, hingga Medan.
Dengan lokasi strategis di jalur penghubung Bukittinggi–Payakumbuh–Pekanbaru, gerai ini menjadi salah satu titik persinggahan favorit bagi pemudik.
Ke depan, pelaku usaha berharap tren positif ini dapat terus berlanjut seiring membaiknya sektor pariwisata dan meningkatnya mobilitas masyarakat pascabencana.
Editor : Agung Sulistyo