UIN Batusangkar Didorong Jadi Pusat Integrasi Ilmu Modern
TANAH DATAR,iNewsPadang.id-Menteri Agama Republik Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat posisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai institusi yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing global, dalam kunjungan kerja ke UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Selasa (28/4/2026).
Dalam arahannya, Menag menyoroti keunggulan PTKIN yang mengedepankan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum sebagai fondasi utama pendidikan. Pendekatan ini dinilai menjadi pembeda sekaligus kekuatan strategis dalam menjawab tantangan zaman.
“Saudara harus bangga menjadi bagian dari PTKIN. Kita memiliki keunggulan yang tidak dimiliki perguruan tinggi umum. Jangan pernah merasa lebih rendah,” tegas Menag di hadapan civitas akademika.
Ia menilai, selama ini masih ada persepsi keliru yang meragukan kualitas lulusan PTKIN. Menurutnya, anggapan tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan melalui capaian nyata para alumni di berbagai sektor.
“Isu bahwa lulusan PTKIN tidak kompetitif itu keliru. Faktanya, banyak alumni PTKIN yang sukses di berbagai bidang, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun tingkat global,” ujarnya.
Lebih jauh, Menag mendorong peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan global agar lulusan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Di PTKIN tidak ada dikotomi ilmu. Semua ilmu terhubung, saling menguatkan. Ini adalah kekuatan besar yang harus terus dikembangkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menag juga menekankan pentingnya menjadikan sosok Mahmud Yunus sebagai fondasi nilai dan arah pengembangan kampus.
“Mahmud Yunus harus menjadi ruh keilmuan kampus ini. Bukan sekadar nama, tetapi menjadi arah, karakter, dan identitas dalam pengembangan UIN ke depan,” tegasnya.
Menurutnya, Mahmud Yunus merupakan figur ulama visioner yang mampu memadukan tradisi keilmuan Islam dengan modernisasi pendidikan.
“Mahmud Yunus adalah contoh nyata ulama yang berpikir maju. Ia tidak hanya kuat dalam keilmuan agama, tetapi juga memahami pentingnya modernisasi pendidikan. Ini yang harus menjadi fondasi UIN Mahmud Yunus Batusangkar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan nama besar tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab akademik yang tercermin dalam kualitas lulusan dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Nama besar ini adalah amanah. Ia harus tercermin dalam kualitas lulusan, dalam karya ilmiah, dan dalam kontribusi nyata UIN bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.
Kunjungan kerja ini juga ditandai dengan peresmian Gedung Kuliah Terpadu (GKT) yang menjadi bagian dari penguatan infrastruktur akademik kampus.
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama, disaksikan para pejabat daerah dan pimpinan kampus.
Gedung empat lantai tersebut dirancang sebagai pusat pembelajaran modern dengan fasilitas berbasis teknologi melalui konsep smart class. Pembangunannya bersumber dari dana SBSN Tahun 2024 senilai Rp67,5 miliar.
Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyatakan, kehadiran gedung ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kapasitas mahasiswa.
Gedung Kuliah Terpadu diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik, tetapi juga pusat lahirnya inovasi serta penguatan mutu pendidikan yang adaptif terhadap era digital.
Editor : Agung Sulistyo