get app
inews
Aa Text
Read Next : Sinergi Komisi V DPR RI dan Pelindo Regional 2 Teluk Bayur dalam Pemulihan Infrastruktur di Sumbar

Warga Lubuk Aro Blokir Jalur Bukittinggi–Medan, Protes Pembatalan Kunjungan Andre Rosiade

Senin, 19 Januari 2026 | 14:13 WIB
header img
Ratusan warga Lubuk Aro memblokir Jalan Lintas Bukittinggi–Medan di Nagari Padang Mentinggi Utara, Pasaman, sebagai bentuk protes atas batalnya kunjungan anggota DPR RI dan tuntutan agar aspirasi masyarakat didengar langsung.

PASAMAN.iNewsPadang.id-Ratusan warga Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memblokir akses Jalan Lintas Bukittinggi–Medan selama kurang lebih satu jam, Senin (19/1/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas batalnya kehadiran anggota DPR Andre Rosiade ke wilayah mereka.

Masyarakat mengaku telah menunggu sejak pagi untuk menyampaikan langsung aspirasi terkait kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah yang belakangan menjadi perhatian publik. Batalnya kunjungan tersebut memicu kemarahan warga hingga berujung pada aksi pemblokiran jalan nasional.

Warga menilai dalam penanganan kasus penganiayaan tersebut, Andre Rosiade dinilai hanya mendengarkan keterangan dari satu pihak dan belum membuka ruang dialog dengan masyarakat Lubuk Aro secara menyeluruh. Sejumlah warga yang mengaku terdampak konflik dengan Nenek Saudah juga bergantian menyampaikan keluhan mereka di hadapan massa aksi.

Selain persoalan hukum, warga juga menyuarakan penolakan terhadap rencana penutupan aktivitas tambang di wilayah mereka. Menurut warga, tambang yang saat ini beroperasi merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat dan berperan penting dalam menopang ekonomi keluarga.

“Kami berharap Pak Andre Rosiade bisa bersikap adil. Kasus penganiayaan yang viral itu tidak ada kaitannya dengan tambang, melainkan murni sengketa tanah,” ujar Muhammad Nizar Lubis, salah seorang warga Lubuk Aro.

Wali Nagari Padang Mentinggi Utara, Muhammad Fauzan, menyatakan aksi tersebut murni merupakan luapan kekecewaan masyarakat atas batalnya kunjungan wakil rakyat yang dinanti untuk mendengar aspirasi secara langsung.

“Ini adalah aspirasi masyarakat. Warga kecewa karena Pak Andre tidak jadi datang ke Lubuk Aro. Selain itu, masyarakat juga berharap aktivitas tambang di Padang Mentinggi bisa dilegalkan melalui skema Izin Pertambangan Rakyat,” kata Muhammad Fauzan.

Setelah berlangsung sekitar satu jam, aksi pemblokiran akhirnya dibuka. Arus lalu lintas di jalur utama Bukittinggi–Medan kembali normal dengan pengawalan aparat keamanan.

Warga berharap pemerintah dan para wakil rakyat dapat turun langsung ke lapangan untuk mendengar dan memahami persoalan yang terjadi secara utuh, sehingga solusi yang diambil tidak merugikan masyarakat setempat.

Editor : Agung Sulistyo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut