get app
inews
Aa Text
Read Next : Fun Run Bukittinggi Diserbu Ribuan Peserta, SIM Keliling hingga Test Drive Hybrid Jadi Daya Tarik

Jadi Pusat Literasi Dunia di IMLF 2026, Bukittinggi Sambut 250 Delegasi dari 36 Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:47 WIB
header img
Delegasi mancanegara menikmati pertunjukan seni budaya Minangkabau dalam acara welcome dinner International Minangkabau Literacy Festival 2026 (IMLF) ke-4 di Lapangan Balai Kota Bukittinggi, Rabu (3/6/2026) malam. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

“Minangkabau memiliki hubungan yang sangat erat dengan tradisi literasi sejak dahulu. Budaya alam takambang jadi guru telah membentuk karakter masyarakat yang gemar belajar, berdiskusi, menulis, dan merantau untuk mencari ilmu,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Ramlan Nurmatias menilai IMLF menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan seni dan budaya yang telah berkembang di Bukittinggi selama puluhan tahun.

Menurutnya, pembangunan peradaban tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelestarian nilai budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya. “Peradaban yang dibangun di Bukittinggi ini tidak terlepas dari bagaimana kita memelihara seni dan budaya ini dan meneruskannya kepada anak cucu kita,” ujarnya.

Ramlan juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan festival berskala internasional tersebut.


Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama Wakil Wali Kota dan Sekda Bukittinggi usai menyambut delegasi dari 36 negara yang menghadiri International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 di Bukittinggi, Kamis (4/6/2026). (Foto: Istimewa)

Ketua International Minangkabau Literacy Festival sekaligus Ketua Perkumpulan Penulis Indonesia (Satu Pena) Sumatera Barat, Sastri Bakry, mengatakan seluruh delegasi mendapatkan dukungan penuh selama mengikuti rangkaian kegiatan di Bukittinggi. “Wali Kota Bukittinggi total memfasilitasi kita dan semua enjoy. Dari 36 negara, semuanya menikmati makanan dan pertunjukannya,” katanya.

Sastri menjelaskan IMLF ke-4 menghadirkan sejumlah seminar internasional yang mengangkat Jam Gadang dari berbagai perspektif. Para pembicara berasal dari berbagai negara, di antaranya Australia, Jerman, Inggris, dan Indonesia.

Selain membahas kebudayaan Minangkabau, bahasa, dan sastra, festival juga mengangkat isu perkembangan teknologi melalui seminar yang membahas kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut