get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Pasaman Sidak Dapur SPPG Durian Tinggi, Pastikan Kualitas dan Gizi Terjaga

Pohon Tumbang di Lima Puluh Kota, Rumah Warga Rusak dan Akses Wisata Sempat Terputus

Rabu, 10 Juni 2026 | 19:23 WIB
header img
Pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Jorong Koto Malintang, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA,iNewsPadang.id– Cuaca yang disertai hembusan angin kencang kembali memicu bencana pohon tumbang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (10/6). Dalam sehari, dua kejadian terjadi di lokasi berbeda, mengakibatkan terganggunya akses jalan menuju kawasan wisata serta kerusakan pada rumah warga.
Peristiwa pertama terjadi pada pagi hari di Jorong Lubuak Limpato, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau. Sebatang pohon yang telah berusia tua dan lapuk tumbang setelah diterpa angin saat hujan ringan mengguyur kawasan tersebut.


Pohon berukuran besar itu melintang di badan jalan dan sempat menutup akses utama menuju objek wisata Sarasah Bunta.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat dan pengunjung terganggu hingga petugas tiba di lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan menuju lokasi untuk melakukan pembersihan material pohon yang menutup badan jalan," ujarnya.


Petugas BPBD bersama warga setempat melakukan pemotongan dan evakuasi batang pohon menggunakan peralatan yang telah disiapkan. Setelah beberapa jam penanganan, akses menuju kawasan wisata kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.


Tidak ada korban maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.


Sementara itu, insiden kedua terjadi pada siang hari di Jorong Koto Malintang, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang ke arah rumah milik Zuherman hingga merusak sebagian bangunan.


Bagian atap rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa batang dan ranting pohon. Berdasarkan hasil pendataan BPBD, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp3 juta.


Petugas bersama masyarakat segera melakukan pembersihan material pohon untuk mencegah kerusakan yang lebih besar serta memastikan kondisi lingkungan kembali aman.

Menurut Zaimar, seluruh material pohon di kedua lokasi telah berhasil dievakuasi sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa.

Ia juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi pohon yang berada di sekitar rumah maupun di tepi jalan. Jika sudah tua atau berpotensi tumbang, sebaiknya segera dipangkas agar tidak membahayakan keselamatan," katanya.

BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota terus memantau perkembangan cuaca dan mengajak masyarakat segera melaporkan jika ditemukan potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar.

Editor : Agung Sulistyo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut