get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala BNPB Serahkan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Tahap Kedua di Sumatera Barat

Dari Darurat ke Pemulihan, Huntara Jadi Tahap Awal Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:44 WIB
header img
Hunian sementara bagi penyintas bencana di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang diresmikan sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

TANAH DATAR,iNewsPadang.id-Program rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera memasuki fase penting. Sebanyak 1.300 unit hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di delapan daerah diresmikan secara simbolik pada Kamis (5/2), sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan sosial dan ekonomi penyintas.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian mengatakan, dari total huntara yang diresmikan, 38 unit berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dengan tambahan tersebut, jumlah huntara yang telah rampung di wilayah Sumbar mencapai 155 unit dari target 618 unit.

Menurut Rustian, pembangunan huntara menjadi tahapan krusial dalam transisi dari masa tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Huntara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang awal bagi masyarakat untuk kembali membangun kehidupan.

“Huntara menjadi jembatan antara masa darurat dan hunian permanen. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Rustian, Kamis (5/2).

Berdasarkan data BNPB, Sumatera Barat termasuk provinsi dengan tingkat risiko bencana yang relatif tinggi. Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) BNPB menunjukkan sebagian besar wilayah Sumbar berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi, sehingga percepatan pembangunan hunian bagi penyintas menjadi prioritas.

Di tingkat daerah, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten menanggung kebutuhan dasar penghuni huntara, termasuk perabot rumah tangga. Sementara itu, bantuan logistik dan dukungan ekonomi bagi penyintas masih menunggu proses pencairan dari Kementerian Sosial.

“Kami telah mengajukan bantuan sejak dua minggu lalu. Saat ini kami menunggu proses pencairan sesuai petunjuk teknis yang berlaku,” kata Eka Putra.

Selain 38 unit huntara yang telah selesai, terdapat 28 unit huntara tambahan yang sedang dibangun di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan seluas dua hektare di Kecamatan Rambatan untuk pembangunan hunian tetap terpadu.

Dalam konteks nasional, BNPB menekankan bahwa percepatan rehabilitasi pascabencana merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana jangka panjang, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Editor : Agung Sulistyo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut