Tak Hanya Persib Dan PSM, Semen Padang Juga Masuk Daftar Sanksi FIFA
PADANG,iNewsPadang.id-Bursa transfer pemain menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 belum sepenuhnya dapat dinikmati sejumlah klub Indonesia. Alih-alih fokus membangun kekuatan baru, beberapa tim justru masih dibayangi sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA.
Hingga 17 Juni 2026, dua klub besar Indonesia, Persib Bandung dan PSM Makassar, masih tercatat dalam daftar FIFA Registration Bans. Status tersebut membuat keduanya belum dapat mendaftarkan pemain baru sampai persoalan yang mendasari sanksi diselesaikan dan FIFA mencabut hukuman tersebut.
Berdasarkan laman resmi FIFA, Registration Ban merupakan sanksi yang dijatuhkan kepada klub akibat sengketa keuangan, tunggakan pembayaran, atau pelanggaran kewajiban kontraktual. Klub yang terkena sanksi dilarang mendaftarkan pemain baru dalam periode tertentu atau hingga kewajibannya dipenuhi. Data tersebut masih berlaku hingga pertengahan Juni 2026.
PSM Makassar menjadi salah satu klub yang lebih dahulu menerima sanksi. Klub berjuluk Juku Eja itu masuk daftar FIFA sejak 22 Mei 2026 dengan hukuman larangan registrasi pemain selama tiga jendela transfer.
Sementara itu, Persib Bandung menyusul pada 29 Mei 2026. Juara Super League 2025/2026 tersebut tersangkut sengketa kontrak dengan mantan pemainnya, Daisuke Sato. FIFA memutuskan Persib wajib membayar kompensasi sekitar Rp3 miliar setelah kontrak pemain asal Filipina itu berakhir lebih cepat pada 2023.
Persib sempat mengajukan banding atas putusan tersebut, namun ditolak. FIFA memberikan tenggat waktu 45 hari sejak keputusan diterbitkan pada 22 September 2024 untuk menyelesaikan pembayaran. Hingga batas waktu berakhir, kewajiban tersebut belum dipenuhi sehingga sanksi larangan transfer diberlakukan.
Dengan status tersebut, Persib dan PSM menghadapi keterbatasan serius dalam menyusun skuad menghadapi musim baru. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, keterlambatan memperkuat tim berpotensi memengaruhi persiapan mereka sejak pramusim.
Tak hanya dua klub tersebut, FIFA juga masih mencatat enam klub Indonesia lainnya dalam daftar Registration Ban. Mereka adalah PSBS Biak, Semen Padang, PSIS Semarang, Kalteng Putra, PSCS Cilacap, dan Persiwa Wamena.
Khusus Semen Padang, klub berjuluk Kabau Sirah juga masih berada dalam daftar FIFA Registration Ban. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim asal Sumatera Barat tersebut.
Masuknya delapan klub Indonesia ke dalam daftar sanksi FIFA menjadi alarm bagi tata kelola sepak bola nasional. Pengamat menilai penyelesaian sengketa kontrak dan penguatan manajemen keuangan menjadi pekerjaan rumah penting agar klub-klub Indonesia mampu bersaing secara sehat, baik di level domestik maupun Asia.
Kompetisi baru tinggal menghitung waktu. Kini, pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling aktif di bursa transfer, melainkan siapa yang paling cepat menyelesaikan persoalan di luar lapangan.
Editor : Agung Sulistyo