Setelah Bertahun-Tahun Kabur, Warga Mentawai Kembali Melihat Lewat Operasi Gratis
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, BCA terus memperkuat kolaborasi dengan PERDAMI agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan operasi katarak secara gratis.
"Melalui Program Bakti Sosial Operasi Katarak, BCA ingin membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatannya sehingga dapat kembali menjalani aktivitas, bekerja, belajar, dan berkarya secara lebih optimal sehingga akhirnya meningkatkan kualitas hidup warga," kata Hera.
Program tersebut juga menjadi respons terhadap tingginya angka kebutaan akibat katarak di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang 2025 terdapat sekitar 600.000 hingga 650.000 kasus kebutaan akibat katarak. Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.
Sejak diinisiasi pada 2001, Program Bakti Sosial Operasi Katarak BCA terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia. Hingga akhir Desember 2025, program ini telah menyelenggarakan 104 kegiatan bakti sosial dan berhasil memulihkan penglihatan sebanyak 9.956 pasien.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui dukungan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Sejak 2014, BCA secara berkala menyalurkan bantuan berbagai peralatan medis modern kepada jaringan SPBK PERDAMI, mulai dari alat operasi, mikroskop, alat biometri hingga instrument set medis untuk meningkatkan kualitas layanan operasi katarak di berbagai daerah.
Melalui program Corporate Shared Value (CSV) Bakti BCA, perusahaan menyatakan akan terus menghadirkan program sosial yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan maupun kemampuan ekonomi.
Editor : Wahyu Sikumbang