Alumni STM Padang Gamuak Bangun Masjid Dua Lantai Senilai Rp7,6 Miliar untuk 1.500 Jamaah
“Kita ingin adik-adik kelas kita itu meniru konsep kita di masa kecil, yaitu kembali ke surau, tapi setidaknya ini kita lakukan di sekolah,” ujarnya.
Ia mengatakan para siswa ditargetkan melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara berjamaah selama berada di sekolah.
Masjid tersebut diberi nama Ahmad Karim untuk mengenang seorang siswa kelas I STM Negeri Bukittinggi yang disebut sebagai salah satu tokoh dalam perjuangan Tritura. Ahmad Karim tewas tertembak di kawasan Kampung Cina pada 1966 dan disebut sebagai pahlawan Ampera dari Sumatera.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kontribusi alumni dalam pembangunan fasilitas ibadah tersebut. Menurut Mahyeldi, pembangunan masjid dengan nilai Rp7,6 miliar itu menjadi bentuk dukungan alumni terhadap lingkungan pendidikan.

“Alhamdulillah, kita ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ketua dan alumni SMK Negeri 1 Bukittinggi atas partisipasi membangun masjid dan kemudian juga tempat berwudhu,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi menilai keberadaan fasilitas ibadah di lingkungan sekolah dapat mendukung pembentukan siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual dan emosional, tetapi juga aspek spiritual. “Dan mudah-mudahan dengan dibangunnya fasilitas sarana ini akan meningkatkan spiritualisme. Jadi tidak hanya punya kemampuan intelektual dan kemudian kecerdasan emosional tapi juga ada kecerdasan spiritual,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan nama Ahmad Karim dengan nilai kepahlawanan dan perjuangan yang diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para siswa dan lulusan SMKN 1 Bukittinggi.
Editor : Wahyu Sikumbang