UFDK Bukittinggi dan RS Putra Specialist Melaka Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Kesehatan
Menurut Zahiruddin, program magang menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan pengalaman praktik di lingkungan layanan kesehatan.
Ia mengatakan RS Putra Specialist, Melaka juga menerima pasien asal Indonesia. Menurutnya, pasien Indonesia mencapai sekitar 10 hingga 15 persen dari total pasien rumah sakit setiap tahun. Sumatera Barat dan Kepulauan Riau disebut sebagai daerah asal pasien Indonesia yang cukup banyak memanfaatkan layanan rumah sakit tersebut.
Zahiruddin menyebut kedekatan bahasa dan budaya antara Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu faktor yang membuat pasien Indonesia dan keluarganya lebih mudah beradaptasi selama menjalani pengobatan di Melaka.
“Kita tahu pasien tidak datang sendiri, tetapi bersama keluarga. Maka keluarga pasien pun kita layani,” katanya.

Sementara itu, Rektor UFDK, Prof. Dr. Evi Hasnita, S.Pd., M.Kes., mengatakan kerja sama dengan RS Putra Specialist, Melaka akan terus diperkuat, terutama untuk mendukung praktik mahasiswa.
“Setiap semester sekitar 50 mahasiswa magang di RS Putra Specialist Melaka. Kerja sama ini sangat kita tunggu untuk menjawab tantangan sesuai dengan moto UFDK, Unggul dan Berdaya Saing Global,” katanya.
Evi mengatakan kolaborasi internasional tersebut merupakan bagian dari upaya UFDK membangun jejaring pendidikan dan kesehatan dengan institusi di luar negeri. Selain menjadi tempat praktik mahasiswa, UFDK juga akan berperan sebagai mediator dan fasilitator bagi masyarakat Sumatera Barat yang membutuhkan layanan kesehatan di RS Putra Specialist, Melaka.
“Nanti pasien yang akan berobat ke Melaka akan dijemput dan diberikan fasilitas terbaik,” ucapnya.
Dengan penguatan kolaborasi tersebut, UFDK dan RS Putra Specialist, Melaka selain melanjutkan program magang mahasiswa yang telah berjalan selama 12 tahun, juga terus memperluas kerja sama pada bidang pendidikan dan kesehatan lintas negara.
Editor : Wahyu Sikumbang