Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tradisi Makan Bajamba Satukan Petugas dan Warga Binaan Rutan Padang Panjang
Advertisement . Scroll to see content

Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Warga, Polres 50 Kota Bagikan Masker Gratis

Selasa, 08 September 2026 | 07:17 WIB
  • author Agung Sulistyo
Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Warga, Polres 50 Kota Bagikan Masker Gratis
Petugas Polres 50 Kota membagikan masker gratis kepada pengendara sepeda motor dan masyarakat sebagai upaya mengurangi dampak paparan kabut asap karhutla di wilayah Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA,inews Padang.id — Kabut asap yang terdampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera mendorong kepolisian meningkatkan langkah perlindungan bagi masyarakat.

Polres 50 Kota membagikan masker gratis kepada warga dan pengguna jalan yang beraktivitas di luar rumah, Senin (7/9/2026). 

Masker diberikan terutama kepada pengendara sepeda motor dan masyarakat yang berada di kawasan terdampak asap.
Pembagian masker menjadi salah satu langkah preventif kepolisian untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya ketika kualitas udara menurun.

Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap. Masker ini kami bagikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian Polres 50 Kota agar masyarakat dapat mengurangi paparan asap ketika beraktivitas di luar rumah,” ujar Kapolres.

Selain perlindungan terhadap paparan asap, kepolisian juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak menggunakan api secara sembarangan, terutama saat membersihkan atau mengolah lahan.

Menurut Syaiful, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat karena kebakaran dapat meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun kesehatan.

“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan kebakaran serta berdampak kepada kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Polres 50 Kota juga mengingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat. Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kabut asap yang dirasakan di wilayah Sumatera Barat sebelumnya dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah, termasuk Riau dan Jambi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah yang berdekatan.

Melalui pembagian masker dan edukasi kepada masyarakat, Polres 50 Kota berharap risiko kesehatan akibat paparan asap dapat ditekan. Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah kebakaran juga dinilai penting agar persoalan kabut asap tidak terus berulang.

Editor: Agung Sulistyo

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut