get app
inews
Aa Text
Read Next : KKN Tematik Palembayan Ditutup, 34 Perguruan Tinggi Kolaborasi Pascabencana

Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok dan Simarasok Tembus 30 Besar Nasional WIA 2026

Sabtu, 05 September 2026 | 23:47 WIB
header img
Ketua Pokdarwis Anton, praktisi pariwisata Abdi dan Eddi Novra, Ketua RW 3 Lapau Batu Roby, tokoh adat Andrizon Dt. Sampono Batuah, dan awak media mengamati fenomena Tabiang Barasok di Bukittinggi, Sabtu (5/9/2026). (Foto: iNewsPadang.id/ Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok di Kota Bukittinggi dan Desa Wisata Simarasok di Kabupaten Agam berhasil lolos ke 30 besar Desa dan Kampung Wisata Terbaik Indonesia pada ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026 atau Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui kanal resmi Wonderful Indonesia Awards setelah seluruh peserta mengikuti tahapan verifikasi, kurasi, dan penilaian.

Dalam pengumuman resminya, Kementerian Pariwisata menyebutkan sebanyak 30 desa dan kampung wisata terbaik terpilih berdasarkan komitmen, inovasi, kualitas pengelolaan, serta potensi dalam menghadirkan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan. Seleksi selanjutnya akan menentukan 15 besar desa dan kampung wisata terbaik tingkat nasional.

Masuknya Tapian Tabiang Barasok dan Simarasok ke dalam daftar tersebut menjadi pencapaian bagi sektor pariwisata Sumatera Barat karena keduanya berhasil bersaing dengan desa dan kampung wisata dari berbagai daerah di Indonesia.


Ketua Pokdarwis Tapian Tabiang Barasok Anton (kiri) bersama dosen pariwisata UM Sumbar sekaligus praktisi pariwisata Sumbar, Mochammad Abdi, berdiskusi di area kafetaria Tapian Tabiang Barasok, Bukittinggi, Sabtu (5/9/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu)

Dosen Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) sekaligus praktisi pariwisata Sumatera Barat, Mochammad Abdi, mengatakan terdapat 10 indikator yang menjadi dasar penilaian dalam WIA/ADWI 2026 melalui platform JADESTA Kementerian Pariwisata.

Kesepuluh indikator tersebut meliputi kelembagaan desa wisata, daya tarik wisata, atraksi wisata, sumber daya manusia, lingkungan dan kebersihan, amenitas dan fasilitas umum, homestay, ekonomi kreatif, kemitraan, serta keselamatan, kesehatan, dan manajemen risiko (CHSE/K3).

Menurut Abdi, Tapian Tabiang Barasok berkembang melalui keterlibatan aktif masyarakat. Warga memberikan lahan untuk pengembangan kawasan wisata dan bergotong royong selama sekitar dua tahun membangun destinasi tersebut.

Ia juga menyebut sembilan suku atau kaum adat terlibat dalam pengembangan kawasan wisata tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut