Pemkot Bukittinggi Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Kabupaten Solok
Jon Firman Pandu menjelaskan banjir bandang terjadi pada Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Luapan Sungai Batang Laso kemudian merendam kawasan permukiman dan perkantoran.
Akibat bencana tersebut, dua orang meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Korban pertama ditemukan pada hari pertama pencarian, sedangkan korban kedua ditemukan pada hari kelima operasi SAR, Jumat (25/9/2026).
Selain korban meninggal, pemerintah daerah mendata satu orang mengalami luka berat, tiga orang luka ringan, serta 480 warga terdampak. Sebagian warga mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga maupun ke sejumlah lokasi pengungsian.
Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada enam gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering, serta puluhan rumah warga. Pemerintah Kabupaten Solok memperkirakan total kerugian sementara mencapai sekitar Rp300 miliar.
Untuk mempercepat penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap darurat sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026. Penanganan difokuskan pada pencarian korban, evakuasi warga, pengoperasian posko dan dapur umum, pembersihan jalan, sungai, serta fasilitas pemerintahan, pendistribusian logistik, pelayanan korban luka, dan koordinasi lintas pemerintahan.
Editor: Wahyu Sikumbang