Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : HKN ke-62, Pemko Bukittinggi Dorong Penguatan Layanan dan Kesadaran Kesehatan
Advertisement . Scroll to see content

Satu Data Indonesia, Pemko Bukittinggi Petakan Infrastruktur dan Stunting

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:21 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Satu Data Indonesia, Pemko Bukittinggi Petakan Infrastruktur dan Stunting
Rapat Koordinasi Satu Data Indonesia Tingkat Daerah Tahun 2026 membahas penguatan data terpadu, termasuk pemanfaatan data spasial untuk pemetaan infrastruktur dan sebaran stunting. (Foto: Istimewa)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemerintah Kota Bukittinggi memperkuat koordinasi pengelolaan data antarperangkat daerah melalui Rapat Koordinasi Satu Data Indonesia Tingkat Daerah Tahun 2026. Penguatan ini ditujukan untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan yang berbasis data akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rapat koordinasi tersebut dibuka Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di Ruang Rapat Lantai III Balai Kota Bukittinggi. Kegiatan itu mengacu pada Peraturan Wali Kota Bukittinggi Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Satu Data Indonesia Tingkat Daerah.

Ibnu Asis mengatakan, penyelenggaraan Satu Data Indonesia di tingkat daerah diperlukan untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan data pemerintah. Seluruh perangkat daerah diharapkan berkolaborasi agar data yang dihasilkan sebagai dasar perencanaan pembangunan telah melalui proses verifikasi dan memiliki konsistensi.

“Dengan diterapkannya Satu Data Indonesia, diharapkan seluruh data yang dihasilkan SKPD selaku produsen data telah terverifikasi, akurat, dan tidak berubah-ubah. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah agar tersedia satu data yang menjadi pedoman bersama dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan,” ungkap Ibnu Asis, Sabtu (31/10/2026).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Bukittinggi, Ade Mulyani, menjelaskan bahwa rakor tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam penyediaan data yang akurat dan terpadu. Kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran praktik pengelolaan data bersama Bappeda Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Ade, pemerintah daerah akan menetapkan data prioritas yang perlu dikumpulkan bersama oleh perangkat daerah selaku produsen data. Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang ditetapkan.

“Ke depan, kita akan menetapkan data-data prioritas yang harus dikumpulkan bersama oleh produsen data. Sesuai arahan pimpinan, tidak ada satu pun perencanaan yang tidak berdasarkan data. Karena itu, data yang digunakan harus akurat dan selaras agar program pembangunan yang disusun benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Ade menambahkan, pengelolaan Satu Data Indonesia juga akan diperkuat melalui pemanfaatan data spasial. Data ini dapat membantu pemerintah memetakan lokasi dan sebaran informasi pembangunan secara lebih terperinci.

Pemanfaatan data spasial tersebut mencakup pemetaan kebutuhan infrastruktur dan sebaran angka stunting. Informasi itu diharapkan menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kota Bukittinggi dalam menyusun program pembangunan untuk 2028.

Rapat koordinasi tersebut menghadirkan Stevi Amanda, Fungsional Perencana Ahli Muda dari Bappeda Provinsi Sumatera Barat, sebagai narasumber.

 

Editor: Wahyu sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut