Air Sinkhole Limapuluh Kota Tercemar Bakteri, Warga Diminta Tak Konsumsi Langsung

Agung Sulistyo
Warga berdiri di sekitar lokasi sinkhole di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Meski air tampak jernih, hasil uji laboratorium menyatakan air tersebut tidak aman untuk dikonsumsi langsung.

LIMAPULUH KOTA.iNewsPadang.id-Munculnya lubang raksasa atau sinkhole yang dipenuhi air jernih di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menarik perhatian masyarakat. Warna air yang tampak biru dan bening membuat sebagian warga mengira air tersebut aman untuk dikonsumsi. Namun, hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan sebaliknya.

Sinkhole merupakan cekungan di permukaan tanah yang tidak memiliki saluran drainase alami. Air yang menggenang di dalamnya berpotensi tercemar dan tidak serta-merta layak dijadikan sumber air minum.

Pemeriksaan kualitas air sinkhole dilakukan melalui uji cepat menggunakan sanitarian kit oleh Puskesmas Situjuh, serta pemeriksaan lanjutan di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Barat yang telah terakreditasi.

Hasil uji laboratorium menunjukkan air sinkhole mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) sebesar 11 CFU per 100 mililiter dan Total Coliform mencapai 234 CFU per 100 mililiter. Angka ini jauh di atas ambang batas baku mutu air minum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, yakni nol untuk kedua parameter tersebut.

Kepala Puskesmas Situjuh, Silvia Rosja, mengatakan temuan tersebut menandakan air sinkhole tidak aman untuk dikonsumsi secara langsung.

“Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya bakteri E. coli dan total coliform di air sinkhole. Ini menandakan air sudah tercemar dan tidak aman diminum tanpa pengolahan,” ujar Silvia Rosja,Senin (12/01/2026)

Ia menjelaskan, keberadaan E. coli mengindikasikan pencemaran kotoran manusia atau hewan, yang berpotensi disertai bakteri patogen lain penyebab penyakit. Konsumsi air tercemar dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama diare.

Pihak Puskesmas Situjuh mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan air sinkhole sebagai air minum secara langsung. Jika air tersebut terpaksa dimanfaatkan, warga diminta melakukan pengolahan terlebih dahulu, seperti merebus hingga matang, melakukan filtrasi, atau desinfeksi sesuai standar kesehatan.

Editor : Agung Sulistyo

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network