AGAMiNEWSPadangID — Dampak erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam mulai dirasakan hingga wilayah yang lebih luas.
Hujan abu vulkanik dilaporkan mengguyur Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota pada Rabu, 14 Januari 2026, beberapa jam setelah gunung api tersebut kembali meletus pada pagi hari.
Abu erupsi terpantau jatuh di sejumlah pemukiman warga, salah satunya di Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, warga mengaku terkejut karena tiba-tiba terjadi hujan abu, sementara dari lokasi mereka Gunung Marapi tidak terlihat akibat tertutup kabut tebal. Kondisi tersebut membuat warga tidak menyadari adanya aktivitas letusan sebelumnya.
Kolom abu letusan Gunung Marapi setinggi sekitar 1.600 meter terlihat membumbung ke langit, terekam oleh warga di Sungai puar, Agam, Rabu (14/1/2026). Foto: Istimewa
Hujan abu tampak cukup tebal. Material vulkanik berwarna abu-abu memutih menempel di berbagai permukaan, termasuk jok sepeda motor yang sedang terparkir di halaman rumah warga.
Sebagian warga terlihat membersihkan abu sambil melindungi wajah secara seadanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Marapi PVMBG Bukittinggi, Ahmad Rifandi, kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
