Gunung Marapi Meletus Selama Hampir Tiga Menit, Warga Diminta Waspada Hujan Abu

Wahyu Sikumbang
Kolom abu vulkanik membumbung sekitar 500 meter di atas puncak Gunung Marapi saat erupsi yang terjadi pada Selasa malam, 9 Juni 2026. (Foto: Dok. PGA Marapi)

AGAM, iNewsPadang.idGunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Selasa (9/6/2026) pukul 22.19 WIB.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi di Belakang Balok, Bukittinggi, tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 3.391 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak condong ke arah timur laut.

Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 4,5 milimeter dan berlangsung selama sekitar 2 menit 42 detik.

Hingga sekitar satu jam setelah letusan terjadi, belum terdapat laporan adanya hujan abu vulkanik yang mencapai daerah permukiman di sekitar gunung.


Sebelumnya, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi di Bukittinggi mencatat satu kali letusan dan enam kali hembusan selama periode pengamatan 30 Mei 2026. (Foto: iNewsPadang.id/ Wahyu Sikumbang)

Sebelum erupsi terjadi, aktivitas kegempaan Gunung Marapi terpantau fluktuatif. Dalam tiga hari terakhir, jumlah gempa hembusan dan tremor non-harmonik tercatat mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Pada periode pengamatan 6 Juni 2026, petugas mencatat Gunung Marapi mengalami 19 kali gempa hembusan dan 43 kali tremor non-harmonik. Sehari kemudian, jumlah gempa hembusan meningkat menjadi 42 kejadian dengan 37 tremor non-harmonik. Sementara pada 8 Juni 2026, tercatat 17 gempa hembusan dan 33 tremor non-harmonik.

Kepala PGA Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan status Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. "Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Waspada atau Level Dua. Masyarakat dan pendaki diimbau tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek," katanya.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

PGA Marapi juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Masyarakat diminta melindungi mata dan kulit, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan timbunan abu vulkanik di atap rumah untuk mencegah kerusakan akibat beban berlebih.

Pihak pengamatan gunung api mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi.

Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network