"Saya saja yang pejabat negara menjadi korban rasisme, apalagi rakyat biasa? Kenapa polisi tidak menghentikan akun-akun anonim itu? Minimal mereka dipanggil dan diberi peringatan," sentilnya. Pigai pun mendesak penyedia teknologi dan seluruh lapisan masyarakat—mulai dari keluarga hingga dunia pendidikan—untuk bersinergi membangun etika bermedia sosial demi menghentikan rantai perundungan di Indonesia.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
