Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tapian Tabiang Barasok, Anton, mengatakan pencapaian masuk 30 besar nasional diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus mengembangkan destinasi wisata yang dibangun secara swadaya.
"Alhamdulillah, ternyata dengan keikutsertaan kami itu, kami dianggap pantas untuk mengikuti ajang tersebut, sehingga ditetapkanlah Tapian Tabiang Barasok termasuk dalam 30 besar nasional dalam WIA ini," kata Anton.
Ia berharap capaian tersebut dapat meningkatkan motivasi anggota Pokdarwis dan masyarakat yang sejak awal terlibat dalam pembangunan kawasan wisata.
Anton juga berharap keberhasilan tersebut mendorong perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam bentuk pembinaan maupun pelatihan guna mempercepat pengembangan kawasan wisata yang masih dalam tahap pembenahan.
Menurutnya, sejak awal Tapian Tabiang Barasok dibangun secara mandiri oleh masyarakat tanpa bantuan pihak lain sehingga dukungan untuk pengembangan destinasi dinilai penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Ketua RW 3 Lapau Batu, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, Roby Saputra, yang mendampingi tokoh masyarakat Andrizon Dt. Sampono Batuah, mengatakan masyarakat setempat sepakat mengembangkan kawasan wisata tersebut sebagai upaya mendorong kemajuan kampung.
Ia mengatakan pembangunan Tapian Tabiang Barasok tidak berlangsung mudah. Kawasan tersebut sempat menjadi perhatian publik pada awal dibuka, namun kemudian mengalami masa vakum setelah terdampak bencana yang melanda Sumatera Barat pada akhir 2025.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
