BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Sehari setelah erupsi Gunung Marapi pada Sabtu (26/9/2026) malam, Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi di Jalan Prof. Hazairin, Kelurahan Belakang Balok, Kota Bukittinggi, mencatat aktivitas kegempaan gunung api tersebut masih mengalami peningkatan. Meski demikian, secara visual tidak teramati adanya asap kawah dan status Gunung Marapi tetap berada pada Level II (Waspada).
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Marapi, Teguh Firmansyah, dalam laporan aktivitas Gunung Marapi periode pengamatan Minggu (27/9/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB menyebutkan, "Ada peningkatan aktivitas kegempaan Gunungapi Marapi, agar tetap waspada dan mematuhi zona rekomendasi dari Badan Geologi."
Berdasarkan laporan tersebut, kondisi cuaca di sekitar Gunung Marapi bervariasi antara cerah, berawan, hingga hujan. Gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tingkat 0 sampai III, sementara asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
Pos Pengamatan Gunungapi Marapi juga mencatat tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,1 hingga 3,4 milimeter dan durasi 30 hingga 38 detik.
Selain itu, terekam satu kali gempa tremor non-harmonik dengan amplitudo 3,8 milimeter selama 62 detik, satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2,9 milimeter berdurasi tujuh detik, serta satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 8,1 milimeter dan durasi 15 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya terdiri atas dua gempa tektonik lokal dengan amplitudo 2,9 hingga 8,9 milimeter, serta tiga gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3,2 hingga 3,5 milimeter. Tremor menerus (microtremor) juga masih terekam dengan amplitudo 3 hingga 3,5 milimeter, dengan amplitudo dominan 3,2 milimeter.
Hingga Minggu (27/9/2026), Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar masih berstatus Level II (Waspada).
PVMBG tetap merekomendasikan masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek. Warga yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan.
Apabila kembali terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan, melindungi mata dan kulit, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan timbunan abu vulkanik di atap bangunan agar tidak menimbulkan beban berlebih.
PVMBG juga meminta pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Marapi maupun Badan Geologi untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Marapi.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
