Densus 88 Fasilitasi Transformasi Ideologi Eks Jamaah Islamiyah di Sumbar

Wahyu Sikumbang
Kasatgaswil Sumatera Barat Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Jim Brilliant Birnes, menyampaikan sambutan dalam kegiatan transformasi ideologi menuju pemahaman moderat atau wasathiyah di Bukittinggi. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Sekitar 69 orang yang disebut sebagai mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat mengikuti kegiatan transformasi ideologi menuju pemahaman Islam yang moderat atau wasathiyah di Rocky Hotel, Kota Bukittinggi, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama pemerintah daerah dan sejumlah elemen masyarakat itu bertujuan membangun kesadaran baru, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong perubahan menuju kehidupan bermasyarakat yang damai dan tanpa kekerasan.

Salah seorang peserta, Fathur Rabbani, yang memperkenalkan diri sebagai mantan anggota JI wilayah Sumatera Barat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses perubahan pemahaman yang telah berlangsung selama sekitar dua tahun.

“Harapan dengan adanya kegiatan ini, ini kan judulnya kan transformasi ideologi ya. Jadi dari ideologi yang dulunya kami itu keras, dulu kami itu menggunakan jalan-jalan yang keras, maka untuk saat ini kami bertransformasi ke ideologi yang wasathiyah atau pertengahan seperti itu,” kata Fathur.


Suasana kegiatan transformasi ideologi yang diikuti sekitar 69 peserta yang disebut sebagai mantan anggota Jamaah Islamiyah dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Ia menyebut sekitar 90 persen anggota JI di Sumatera Barat telah menghadiri kegiatan tersebut, dengan jumlah peserta sekitar 69 orang.

Fathur berharap proses pembinaan yang berkelanjutan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai Islam moderat dan mendorong mereka kembali berinteraksi dengan masyarakat, termasuk melalui kegiatan dakwah dan organisasi kemasyarakatan.

“Dengan adanya waktu terus proses, keilmuan, terus penyampaian terus-menerus, itu harapan kami untuk kawan-kawan ini semakin memahami, mendalami, dan cepat untuk kembali bergabung dengan masyarakat, bergabung dengan dakwah-dakwah yang lain, bergabung dengan organisasi-organisasi yang lain gitu, untuk berdakwah yang lebih moderat,” ujarnya.

Editor : Wahyu Sikumbang

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network