Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PT ARP Diaktifkan Lagi, Status Aset 108 Hektare Sumbar Kembali Disorot
Advertisement . Scroll to see content

Terombang-ambing Dua Negara, Kisah Ibu di Payakumbuh yang Terancam Kehilangan Anak

Sabtu, 27 September 2025 | 08:18 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Terombang-ambing Dua Negara, Kisah Ibu di Payakumbuh yang Terancam Kehilangan Anak
Paspor Nur Amira, simbol identitas yang dipertaruhkan. Satu lembar dokumen ini menentukan apakah seorang anak remaja akan tumbuh bersama ibunya atau sendirian. Foto: Istimewa

PAYAKUMBUH, iNEWSPadang.ID — Hidup Nur Amira (37) bagai terombang-ambing di antara dua negara. Lahir di Malaysia, namun sejak kecil tumbuh di Payakumbuh, Sumatera Barat, ia kini tak diakui baik oleh negeri tempatnya lahir maupun negeri tempat ia membesarkan anaknya.

Kisahnya bermula ketika pada 1996 ia sempat memiliki paspor Malaysia. Namun sejak dibawa ibunya ke Indonesia pada usia belia, Nur Amira hidup di Payakumbuh.

Ia bersekolah, menikah dengan warga lokal secara sah, hingga dikaruniai seorang anak bernama Zahira yang kini berusia 15 tahun.

Hidup sederhana di kampung Situjuah, Nur Amira tak pernah menduga masa lalunya akan menjerat. Beberapa waktu lalu, ia kembali ke Malaysia dengan niat mengurus dokumen resmi.


Lembar paspor Nur Amira menjadi saksi perjuangan seorang bu yang tak diakui dua negara. Bagi Zahira, dokumen ini berarti hidup atau terpisah dari ibunya. Foto: Istimewa

Alih-alih mendapatkan pengakuan identitas, ia justru ditangkap otoritas imigrasi negeri jiran. Data kependudukannya hilang karena ia telah 30 tahun meninggalkan Malaysia.

Selama dua bulan ia mendekam di Penjara Kajang, sebelum akhirnya diusir kembali ke Indonesia dengan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dari Konsulat Jenderal RI Johor Bahru.

Sesampai di Payakumbuh, Nur Amira sempat bernapas lega. Ia bisa kembali bersama anaknya setelah berpisah lama. Lima bulan berlalu, mereka menjalani kehidupan seperti biasa.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut