Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PT ARP Diaktifkan Lagi, Status Aset 108 Hektare Sumbar Kembali Disorot
Advertisement . Scroll to see content

Terombang-ambing Dua Negara, Kisah Ibu di Payakumbuh yang Terancam Kehilangan Anak

Sabtu, 27 September 2025 | 08:18 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Terombang-ambing Dua Negara, Kisah Ibu di Payakumbuh yang Terancam Kehilangan Anak
Paspor Nur Amira, simbol identitas yang dipertaruhkan. Satu lembar dokumen ini menentukan apakah seorang anak remaja akan tumbuh bersama ibunya atau sendirian. Foto: Istimewa

Namun kebahagiaan itu singkat. Pihak Imigrasi Agam mempersoalkan SPLP yang ia bawa, menyebut dokumen harus diverifikasi. Setelah pemeriksaan, SPLP tersebut dibatalkan. Ia pun kembali ditahan di ruang detensi imigrasi, tanpa kejelasan nasib.

Zahira, anak semata wayang Nur Amira, kini berada di persimpangan hidup. Siswi SMPN 1 Situjuah Limo Nagari ini hanya bisa berpegangan pada pena dan kertas.

Dengan hati yang diliputi resah, ia menuliskan surat terbuka kepada Kepala Imigrasi Agam. “Saya sangat membutuhkan Ibu saya, karena hanya beliau yang sejak lahir membesarkan saya seorang diri. Kalau Ibu saya dideportasi lagi, saya akan terlantar dan masa depan saya akan hancur,” tulisnya lirih.

Surat Zahira menggambarkan kepedihan seorang anak yang takut kehilangan. Ayahnya tak pernah hadir dalam hidup, sehingga ibunya menjadi satu-satunya sandaran.

Jika Nur Amira benar-benar kembali dideportasi, Zahira akan menghadapi hari-harinya sendirian, tanpa orang tua, di tengah masa remaja yang rawan.

Kasus ini menggugah hati banyak pihak. Malaysia menolak mengakui Nur Amira karena identitasnya tak lagi tercatat. Sementara di Indonesia, statusnya digugat lantaran ia sempat menggunakan paspor asing.

Dalam tolak-menolak dua negara ini, yang paling teriris justru seorang anak yang berjuang mempertahankan ibunya.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut