Kolaborasi TNI dan Daerah Pulihkan Akses Malalak Lewat Jembatan Armco
AGAM, iNEWSPadang.ID — Jembatan Armco di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhirnya dapat dilewati dan dimanfaatkan masyarakat setelah jembatan sebelumnya rusak akibat banjir bandang pada 27 November 2025. Penggunaan jembatan yang berada di Jorong Salimpaung, Nagari Malalak Utara, disyukuri melalui acara syukuran yang dipimpin Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Machfud yang didampingi Dandim 0304/ Agam Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, S.I.P pada Jumat (16/1).
Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Jorong Salimpaung dan Jorong Koto Andaleh, sekaligus membuka kembali konektivitas antarkecamatan hingga akses menuju Kabupaten Pariaman. Sejak bencana, jalur tersebut sempat lumpuh dan memaksa warga menempuh rute alternatif yang berisiko, terutama saat musim hujan.
Peresmian jembatan menandai tonggak pemulihan infrastruktur pedesaan di Agam. Pembangunannya merupakan hasil sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan partisipasi masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan mobilitas, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menggerakkan kembali roda ekonomi lokal.
Danrem Machfud menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tidak hanya soal konektivitas, tetapi juga wujud kehadiran negara di wilayah terdampak bencana. “Keberadaan jembatan ini tidak sekadar sebagai sarana penghubung antarwilayah, melainkan langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Malalak,” ujarnya.

Ia menambahkan, TNI Angkatan Darat saat ini mengerjakan sejumlah jembatan Armco di Sumatera Barat, termasuk satu unit yang selesai bersamaan dengan Agam yang di Pasaman, disusul pembangunan jembatan Bailey dan jembatan gantung di berbagai daerah. Upaya tersebut dibarengi program hunian sementara bagi warga terdampak bencana agar pemulihan berjalan menyeluruh.
"Dan insyaAllah dua tiga hari ke depan tiga jembatan lainnya akan menyusul selesai seluruhnya. Kemudian juga sedang berproses ada jembatan Bailey dalam proses pengerjaan. Dan akan menyusul lagi sembilan jembatan gantung, delapan di provinsi Sumatera Barat dan satu di Jambi. Kemudian pada tahap berikutnya lagi kita akan mengerjakan 62 jembatan gantung di seluruh wilayah provinsi kabupaten kota yang ada di Sumatera Barat. Mudah-mudahan harapan kita negara hadir untuk rakyat Indonesia yang dilanda bencana ini, semua akses-akses yang terputus akan selesai dalam waktu secepat mungkin ke depan," ungkap Danrem Machfud menambahkan.
Sebelumnya, akses di lokasi ini rusak parah dan kurang memadai, terutama ketika curah hujan tinggi. Dengan struktur yang lebih kuat dan aman, jembatan baru kini dapat dilalui berbagai jenis kendaraan, sehingga memudahkan aktivitas harian warga dan mempercepat arus barang.
Editor : Wahyu Sikumbang