get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Hebat Hanguskan Dua Rumah di Duo Koto Pasaman, Kerugian Capai Rp300 Juta

Dari Ruang Puisi ke Museum Sastra, Warisan Literasi Taufiq Ismail Diperkuat

Senin, 26 Januari 2026 | 07:08 WIB
header img
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat aktivasi Rumah Puisi Taufiq Ismail yang kini berkembang sebagai Museum Sastra Indonesia di Tanah Datar.

TANAH DATAR,iNewsPadang.id-Upaya memperkuat ekosistem kebudayaan berbasis literasi terus dilakukan pemerintah pusat. Salah satunya melalui aktivasi kembali Rumah Puisi Taufiq Ismail di Tanah Datar Sumatera Barat, yang kini berkembang sebagai Museum Sastra Indonesia.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukanlah peresmian bangunan baru, melainkan penguatan fungsi ruang publik yang telah lama menjadi titik temu sastrawan dan budayawan sejak berdiri pada 2008.

"Rumah Puisi ini memiliki sejarah panjang. Banyak sastrawan dan budayawan besar pernah hadir dan berkegiatan di sini," jelas Fadli Zon, Sabtu (26/1/2026).

Ia menjelaskan, sejak tahun lalu Rumah Puisi tidak lagi hanya berfungsi sebagai ruang apresiasi karya Taufiq Ismail, tetapi juga diperluas perannya menjadi Museum Sastra Indonesia.

"Kini, sejak tahun lalu, Rumah Puisi tidak hanya menjadi rumah puisi Taufiq Ismail, tetapi juga berkembang sebagai Museum Sastra Indonesia," sambungnya.

Museum tersebut menyimpan berbagai khazanah sastra nasional, mulai dari koleksi buku karya sastrawan Indonesia, mesin ketik para sastrawan, tulisan tangan HB Jassin, kaset pembacaan puisi, hingga arsip sastra bersejarah lainnya.

Fadli menilai Rumah Puisi Taufiq Ismail merupakan contoh nyata ruang budaya yang hidup dan berkelanjutan, serupa dengan rumah-rumah sastrawan di berbagai negara yang berfungsi sebagai pusat edukasi dan destinasi budaya.

"Kita berharap Rumah Puisi dan Museum Sastra Indonesia ini melahirkan penyair dan sastrawan baru, sekaligus menjadi pusat edukasi, pusat budaya, dan ruang ekspresi yang berkelanjutan," tegas Fadli.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sastra dan kebudayaan merupakan fondasi peradaban bangsa yang telah tumbuh sejak ribuan tahun lalu. Kekayaan budaya Indonesia sebagai megadiversity perlu dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara berkesinambungan.

"Aktivasi Rumah Puisi Taufiq Ismail ini diharapkan memberi ruang yang lebih luas bagi ekspresi budaya, memperkuat literasi, dan menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan masa kini dan masa depan bangsa," kata Fadli.

Sastrawan Taufiq Ismail mengaku bersyukur atas transformasi Rumah Puisi yang kini berfungsi sebagai museum sastra. Menurutnya, keberadaan museum ini memiliki makna lebih dari sekadar penyimpanan arsip.

"Museum ini bukan sekadar bangunan penyimpanan kertas tua, melainkan rumah ingatan bagi peradaban bangsa. Semoga tempat ini terus menyalakan pelita literasi di tengah arus zaman yang kian menderu," ujar Taufiq.

Ia juga berharap Rumah Puisi dan Museum Sastra Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan, khususnya bagi generasi muda Sumatera Barat, agar tetap berpijak pada akar budaya. Taufiq menilai sastra berperan sebagai penuntun nurani dan penjaga martabat bangsa.

Editor : Agung Sulistyo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut