Gunung Marapi Meletus Disertai Dentuman Tengah Malam, Semburkan Abu 3.000 Meter dan Lava Pijar
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 27 detik. Ketinggian kolom abu ini tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang tahun 2026.
Pada waktu yang hampir bersamaan, terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 1,9 berdasarkan informasi BMKG, dengan pusat gempa sekitar 6 kilometer barat daya Kota Bukittinggi pada kedalaman 15 kilometer.
Sementara, sepanjang periode pengamatan Kamis, 5 Februari 2026, Gunung Marapi tercatat mengalami tiga kali gempa letusan dengan amplitudo 25,9 hingga 30,3 millimeter dan durasi 25 hingga 87 detik. Selain itu, terpantau dua kali gempa hembusan, satu gempa vulkanik dangkal, serta tiga gempa vulkanik dalam. Secara visual, teramati tiga kali letusan dengan tinggi kolom berkisar antara 600 hingga 3.000 meter, dengan warna asap kelabu hingga kemerahan.

Hingga kini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat dan pengunjung diimbau tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.
Warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat hujan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Editor : Wahyu Sikumbang