Rakor di Alam Terbuka: Cara Tanah Datar Menghemat Anggaran Sekaligus Menghidupkan Wisata Lokal
TANAH DATAR,iNewsPadang.id-Udara sejuk menyelimuti kawasan Puncak Batubadindiang saat deretan tenda berdiri rapi di antara panorama perbukitan. Tak ada ruang rapat berpendingin udara atau meja konferensi mewah.
Sebagai gantinya, para pejabat daerah duduk bersahaja, menyatu dengan alam.
Di tempat inilah Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar rapat koordinasi (rakor) Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sebuah pendekatan yang sengaja dirancang berbeda. Bupati Eka Putra memilih memindahkan forum formal ke ruang terbuka bukan sekadar gaya, tetapi strategi.
Menurut Eka Putra, langkah ini merupakan respon terhadap arahan efisiensi anggaran pemerintah pusat sekaligus upaya memperkenalkan potensi daerah.
Namun di balik itu, ada misi lain yang tak kalah penting: menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Ketika kegiatan dilaksanakan di sini, masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya. Konsumsi peserta, logistik, hingga kebutuhan lainnya disediakan oleh pelaku UMKM lokal,” ujarnya di sela kegiatan, Sabtu (17/4/2026).
Pilihan lokasi bukan tanpa alasan. Kawasan ini selama ini dikenal memiliki lanskap alam yang potensial, namun belum sepenuhnya terekspos luas. Dengan menghadirkan kegiatan pemerintahan, promosi dilakukan secara langsung tanpa kampanye besar-besaran.
Kehadiran ratusan peserta rakor selama dua hari memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk terlibat langsung.
Mulai dari penyedia makanan, minuman, hingga jasa pendukung lainnya.
Tak hanya soal ekonomi, kegiatan ini juga menjadi ruang jeda bagi para aparatur yang sebelumnya disibukkan dengan penanganan berbagai persoalan di lapangan, termasuk bencana.
Malam hari dihabiskan di tenda, menghadirkan suasana kebersamaan yang jarang ditemui dalam forum formal.
Menariknya, konsep sederhana ini justru membawa efisiensi besar. Jika biasanya rakor digelar di hotel luar daerah dengan biaya tinggi, kali ini pengeluaran bisa ditekan drastis.
“Penghematan anggaran bisa mencapai sekitar 80 persen. Ini bukti bahwa kegiatan pemerintah tetap bisa efektif tanpa harus mahal,” kata Eka Putra.
Meski berlangsung di alam terbuka, jalannya rapat tetap terstruktur. Materi disampaikan secara bertahap, termasuk pembahasan inovasi daerah oleh Bappeda Litbang. Untuk menjaga fokus, panitia menyelipkan sesi interaktif seperti peregangan ringan setiap 30 menit.
Pendekatan ini mencerminkan perubahan cara pandang dalam tata kelola pemerintahan lebih adaptif, efisien, dan dekat dengan masyarakat. Rakor bukan lagi sekadar forum administratif, tetapi juga menjadi alat promosi daerah sekaligus penggerak ekonomi.
Editor : Agung Sulistyo