get app
inews
Aa Text
Read Next : Pulau Angso Duo Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Saat Lebaran

Kemenekraf dan IDA Latih 75 Talenta Digital Pariaman Lewat Native Advertising

Minggu, 19 April 2026 | 12:20 WIB
header img
Pelatihan Aktif Native Advertising di Balairung Wali Kota Pariaman saat pembukaan, diikuti puluhan peserta dari kalangan muda dan pelaku UMKM, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Istimewa).

PARIAMAN, iNEWSPadang.ID — Upaya memperkuat talenta periklanan digital di daerah terus digencarkan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Salah satunya melalui program Aktif Native Advertising yang digelar di Balairung Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada 17–18 April 2026.

Kegiatan ini diikuti 75 peserta yang terdiri dari generasi muda, mahasiswa, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Kemenekraf dengan Indonesia Digital Association (IDA), serta didukung Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Barat.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Cecep Rukendi, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong subsektor periklanan, penerbitan, dan fotografi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascabanjir di wilayah tersebut.

“Kami memilih Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman karena memiliki potensi talenta kreatif yang besar. Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi itu agar menarik secara digital,” ujar Cecep dalam pembukaan kegiatan.


Kebersamaan peserta, mentor, dan penyelenggara usai pelatihan Aktif Native Advertising di Balairung Wali Kota Pariaman, Sabtu (18/4/2026). Foto: Istimewa

Ia menjelaskan, native advertising menjadi fokus utama pelatihan karena dinilai mampu menjawab tantangan industri digital saat ini. Pendekatan ini memungkinkan konten promosi dikemas secara organik sehingga tidak terasa seperti iklan yang mengganggu.

“Kita ingin peserta mampu membuat ‘iklan rasa konten’ yang etis, menarik, dan tetap memiliki nilai komersial,” katanya.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital. Menurutnya, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperluas promosi produk unggulan daerah.

“Kami berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini agar pelaku ekonomi kreatif mampu menghasilkan karya visual berkualitas dan memperkenalkan produk lokal hingga ke pasar global,” ujarnya.

Untuk memastikan materi relevan dengan kebutuhan industri, program ini menghadirkan sejumlah mentor profesional dari berbagai bidang, mulai dari jurnalisme, fotografi, hingga produksi konten digital. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan lanjutan selama tiga minggu untuk menyusun portofolio profesional.

Ketua Bidang Agency IDA, Ramya Prajna S., menyebut kolaborasi ini membawa standar industri langsung ke daerah. “Peserta belajar langsung dari praktisi mengenai fotografi, desain, hingga storytelling yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” jelasnya.

Selain pembekalan materi, peserta juga berkesempatan memperoleh apresiasi dari OPPO Indonesia serta hadiah dari IDA sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas kreatif.

Direktur Periklanan Kemenekraf, Andy Ruswar, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta selama pelatihan berlangsung. Ia berharap semangat tersebut terus berlanjut dalam pendampingan berikutnya hingga benar-benar melahirkan pelaku ekonomi kreatif yang kompeten.

Menurut Andy, keberhasilan program ini membuka peluang untuk dilaksanakan di daerah lain. “Harapannya semakin banyak talenta periklanan digital yang tumbuh dan mampu mendorong perkembangan UMKM di berbagai daerah,” katanya.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut