get app
inews
Aa Text
Read Next : Chicory Jadi Alternatif Pakan, BPTU-HPT Padang Mengatas Dorong Peningkatan Nutrisi Sapi Potong

Jalan Terjal Guru-Guru Jorong Nenan demi Masa Depan Anak Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:10 WIB
header img
Perjuangan guru di Jorong Nenan viral. Melewati jalan rusak,mencerminkan beratnya akses pendidikan di daerah terpencil. (Foto: Istimewa).

LIMAPULUH KOTA,iNewsPadang.id- Pagi di Jorong Nenan, Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, tak selalu dimulai dengan langkah ringan. Di sini, perjalanan menuju sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan perjuangan yang menguji keberanian.

Jalan tanah yang membentang di kaki perbukitan berubah menjadi lintasan licin saat hujan turun. 

Batu-batu napar yang tersebar di sepanjang jalur membuat kendaraan mudah tergelincir. Di beberapa titik, air mengalir di tengah jalan, menciptakan jebakan tak kasat mata bagi siapa pun yang melintas.

Namun bagi para guru sekolah dasar di kawasan ini, jalan itu adalah bagian dari pengabdian. Setiap hari, mereka tetap berangkat, menembus lumpur, mendorong sepeda motor, bahkan saling membantu ketika ada yang terjatuh. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan yang harus berjibaku dengan medan berat sebelum berdiri di depan kelas.

Video yang memperlihatkan perjuangan mereka sempat viral di media sosial. Rekaman itu bukan sekadar tontonan, tetapi potret nyata ketimpangan infrastruktur di daerah. Di balik layar, ada cerita tentang dedikasi yang tak banyak terlihat.

Ruas jalan sepanjang sekitar 13 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Bukit Barisan dengan Kapur IX itu memang menjadi akses vital masyarakat. Namun, lebih dari satu kilometer di antaranya masih berupa tanah bercampur bebatuan, kondisi yang tak banyak berubah meski usia Kabupaten Lima Puluh Kota telah mencapai 185 tahun.

Wali Nagari Maek, Efrizal Hendri, tak menampik kondisi tersebut. Ia mengatakan, usulan perbaikan jalan telah berulang kali disampaikan melalui forum Musrenbang tingkat kecamatan, namun hingga kini belum terealisasi.

“Jalan itu statusnya milik kabupaten Lima Puluh Kota, karena menghubungkan dua kecamatan di Lima Puluh Kota yaitu Kecamatan Bukik Barisan dan Kecamatan Kapur IX. Dan jalan itu panjangnya 13 kilometer tapi yang kondisi masih tanah dengan batu batuan itu lebih satu kilometer,” ungkap Wali Nagari Maek.

Bagi masyarakat setempat, jalan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi urat nadi kehidupan. Anak-anak bergantung pada akses ini untuk menimba ilmu, sementara warga menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa akses infrastruktur jalan yang layak memiliki korelasi kuat dengan kualitas pendidikan dan pertumbuhan ekonomi di daerah. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia menargetkan peningkatan konektivitas wilayah sebagai bagian dari pemerataan pembangunan nasional.

Di Jorong Nenan, harapan itu masih terus diperjuangkan. 

Para guru tetap melangkah, meski sepatu mereka basah oleh lumpur dan perjalanan sering kali penuh risiko.

Bagi mereka, medan berat bukan alasan untuk berhenti. Karena di ujung jalan yang sulit itu, ada anak-anak yang menunggu dan masa depan yang harus terus diperjuangkan.

Editor : Agung Sulistyo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut