get app
inews
Aa Text
Read Next : TMMD Ke-129 Resmi Dibuka di Agam, Bangun Jalan, Jembatan, dan Bangun Rumah Warga

Butuh Rujukan Darurat, Keluarga Pasien Keluhkan Sulitnya Akses Ambulans RSUD Bukittinggi

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:11 WIB
header img
Ambulans bantuan Yayasan Prabowo Subianto yang terparkir di lingkungan RSUD Bukittinggi. Keluarga pasien mengeluhkan proses penggunaan ambulans saat membutuhkan rujukan darurat. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Keluarga seorang pasien asal Gadut, Kabupaten Agam, Sumatra barat, mengeluhkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bukittinggi setelah kerabat mereka diduga harus menunggu sekitar dua jam untuk proses penanganan lanjutan dan rujukan medis.

Keluhan tersebut disampaikan Januar (54), keluarga pasien bernama Amril (68), yang mengalami kecelakaan di rumah pada Senin (8/6/2026) sore dan segera dibawa ke IGD RSUD Bukittinggi di kawasan Bypass Gulai Bancah.

Menurut Januar, sesampainya di rumah sakit, Amril mendapatkan penanganan awal berupa pemasangan perban pada luka di kepala serta pemotongan rambut di area yang mengalami cedera. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit menyatakan pasien perlu dirujuk ke rumah sakit lain karena keterbatasan fasilitas penunjang.

"Setelah diperiksa, kami diberitahu bahwa pasien harus dirujuk karena di RSUD belum ada CT Scan. Namun yang kami sesalkan, pasien tidak segera diberangkatkan," kata Januar, Selasa (9/6/2026).


Dua unit ambulans terlihat terparkir di depan IGD RSUD Bukittinggi, Selasa (9/6/2026). Keluarga pasien berharap akses transportasi medis dapat lebih cepat dan mudah diperoleh dalam kondisi kegawatdaruratan. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Ia mengaku keluarga berharap pasien dapat segera dibawa menggunakan ambulans yang tersedia di rumah sakit. Namun, menurutnya, terdapat sejumlah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum ambulans dapat digunakan.

Karena khawatir kondisi pasien memburuk, keluarga akhirnya mencari ambulans secara mandiri dan memperoleh bantuan dari Ambulans Masjid Jamiyatul Abrar di Aro Kandikia, Nagari Gadut.

"Yang kami pertanyakan adalah sisi kemanusiaannya. Jika memang ada administrasi atau biaya yang harus diselesaikan, seharusnya itu bisa dilakukan setelah pasien diantar. Keselamatan pasien mestinya menjadi prioritas," ujarnya.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut