Butuh Rujukan Darurat, Keluarga Pasien Keluhkan Sulitnya Akses Ambulans RSUD Bukittinggi
Januar juga mengungkapkan, setelah tiba di rumah sakit tujuan, keluarga kembali menghadapi kendala karena dokter jaga mempertanyakan kelengkapan dokumen rujukan dari rumah sakit sebelumnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak RSUD Bukittinggi menegaskan seluruh proses pelayanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Bukittinggi, Feli, didampingi Kabid Pelayanan dr Yeva, Kabid Keperawatan Sri Wahyuni Y, Kasubag Humas Fatma Idola, dan Kasi Pelayanan dr Ermalinda, menjelaskan bahwa pasien langsung mendapatkan penanganan medis setibanya di IGD.
Menurut pihak rumah sakit, hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki riwayat gangguan jantung sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan CT Scan, sementara fasilitas tersebut belum tersedia di RSUD Bukittinggi.

"Pasien sudah kami terima dan langsung ditindaklanjuti. Karena RSUD belum memiliki CT Scan, kami mengupayakan rujukan ke RSAM. Namun proses rujukan membutuhkan waktu, sementara keluarga menginginkan pasien segera berangkat sehingga disarankan menggunakan ambulans secara mandiri," jelas Feli.
RSUD Bukittinggi diketahui memiliki sejumlah unit ambulans operasional, termasuk kendaraan bantuan dari Yayasan Prabowo Subianto, BRI Peduli, dan Bank Nagari.
Keluhan terkait prosedur penggunaan ambulans juga pernah disampaikan warga lainnya. Debi, warga Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, mengaku pernah mengalami kesulitan serupa saat hendak melahirkan anak keduanya.
Editor : Wahyu Sikumbang