get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemerintah Resmikan Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Empat Kabupaten Sumbar

Jelang Lebaran, Bukittinggi Minta Polda Sumbar Buka Jalur Lembah Anai Dua Arah Demi Ekonomi Kota

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:16 WIB
header img
Wali Kota Bukittinggi, Bupati Agam, dan Gubernur Sumatera Barat menyampaikan kondisi daerah pascabencana kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Posko Utama Pendopo Rumah Dinas Bupati Agam, Sabtu (24/1/2026). Foto: Istimewa

AGAM, iNewsPadang.id — Pemerintah Kota Bukittinggi dipimpin Wali Kota Ramlan Nurmatias menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat sebagai bentuk solidaritas antardaerah dan respon atas kebutuhan mendesak di lapangan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung di Pendopo Bupati Agam, mencakup 200 unit kasur, selimut, serta sekitar 200 rice cooker untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana.

Perwakilan Pemkot Bukittinggi menyampaikan bahwa bantuan itu merupakan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, sekaligus tindak lanjut dari komunikasi intensif terkait kondisi warga terdampak. Dana pembelian rice cooker berasal dari hasil kegiatan Pacu Kuda yang berhasil menghimpun sekitar Rp43 juta, ditambah dukungan Baznas sebesar Rp24 juta.

“Kami berupaya memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi bencana,” ujar Wali Kota Bukittinggi Ramlan usai penyerahan bantuan di Posko Utama Pendopo Rumah Dinas Bupati Agam, Sabtu, 24 Januari 2026.

Selain menyalurkan bantuan, Pemkot Bukittinggi juga melaporkan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kepala BNPB untuk menyampaikan berbagai persoalan kebencanaan di Bukittinggi.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan pentingnya percepatan pembangunan kantor BNPB yang lengkap dan permanen di kawasan Talao, rencana yang sebenarnya telah bergulir sejak 2016, agar penanganan bencana di wilayah ini dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.

Terkait dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Pemkot Bukittinggi juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri mengenai pemanfaatan dana kepresidenan sebesar Rp4 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat dialokasikan untuk pengadaan alat-alat berat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di daerah penyangga.

Di sisi lain, Pemkot Bukittinggi menyoroti dampak bencana terhadap sektor pariwisata, meskipun wilayah kota tidak terdampak langsung.

Menjelang bulan puasa dan Lebaran, pemerintah kota meminta Polda Sumatera Barat agar akses di jalur Lembah Anai dapat dibuka dua arah demi kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju Bukittinggi. Kondisi ekonomi kota wisata, menurut Pemkot, sangat dipengaruhi oleh kelancaran akses dan persepsi keamanan wilayah.

 

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut